Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Migas meminta klarifikasi kepada pemerintah tentang kepastian rencana pembangunan pipa gas transmisi Kalimantan Timur- Jawa Timur.

Badan Pelaksana Kegiatan Hilir Migas meminta klarifikasi kepada pemerintah tentang kepastian rencana pembangunan pipa gas transmisi Kalimantan Timur- Jawa Timur. Sampai saat ini tender proyek yang dijadwalkan pertengahan bulan September ini tidak bisa dilaksanakan.

”Kami akan menanyakan kepada menteri terkait mengenai proyek pipa gas ini,” ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Jakarta, Kamis (29/9).

Itu dilakukan menyusul adanya surat Perusahaan Gas Negara (PGN) kepada Menko Perekonomian serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 26 September yang meminta pembangunan pipa transmisi Kaltim-Jatim diserahkan ke PGN.

”BPH hanya ingin menegaskan bahwa aturan tidak boleh dilanggar. Aturan menyebutkan, hak tersebut bisa diperoleh setelah melalui lelang, kecuali memang proyek itu sudah berjalan sebelum undang-undangnya berlaku,” kata Tubagus.

Dalam proses tender, BPH ingin memastikan pasokan gas yang siap didistribusikan dari Kaltim memadai. Karena jika gas tidak siap, pipa yang sudah telanjur dibangun hanya akan menjadi rumpon.

Direktur Utama PGN Washington MP Simanjuntak mengatakan, pihaknya meminta hak khusus karena proyek Kaltim-Jatim mendesak diwujudkan. PGN sudah melakukan studi kelayakan dan merintis konsorsium yang siap membangun proyek itu.

Kerja sama

Dari Semarang dilaporkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengadakan pembicaraan serius dengan perusahaan minyak asal Malaysia, Petronas, untuk mengerjakan proyek pipanisasi gas bawah laut dari lapangan gas Kepodang ke Tambaklorok, Semarang, sepanjang 205 kilometer. Pipa gas tersebut akan membantu meningkatkan ketersediaan bahan bakar untuk energi listrik di Jateng.

Wakil Gubernur Jateng Ali Mufiz mengatakan, Petronas setuju melibatkan 95 persen mitra lokal dalam pengerjaan konstruksi maupun sumber daya manusianya. Saat ini Petronas tengah menyelesaikan tahap lisensi dan penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan. Selain pipanisasi, Petronas akan mengeksplorasi lapangan gas Kepodang yang berada di wilayah Kabupaten Jepara.

Source : www.kompas.com