Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN, Ali Herman Ibrahim, mengatakan PLN masih melakukan negosiasi dengan pihak PT Bukit Asam (BA) terkait pengajuan harga baru batubara untuk pasokan ke PLTU Suralaya, Banten.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN, Ali Herman Ibrahim, mengatakan PLN masih melakukan negosiasi dengan pihak PT Bukit Asam (BA) terkait pengajuan harga baru batubara untuk pasokan ke PLTU Suralaya, Banten.

‘Dari harga awal Rp 273 ribu per ton, ditawarkan menjadi Rp 330 ribu/ton batubara,’ kata Ali Herman kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/10).

Setiap tahunnya, kata Ali Herman, PLTU Suralaya membutuhkan sekitar 11 juta hingga 12 juta ton batubara dimana setengahnya dipasok oleh PT BA.

Menurut Ali Herman, kontrak pengadaan batubara oleh PT BA akan berakhir pada tahun ini namun kontrak awal harus dipenuhi dahulu.

‘Tapi, setiap tahun wajar kalau dilakukan evaluasi kalau ada perubahan-perubahan yang mendasar,’ kata dia.

Ia mencontohkan, kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005 rata-rata 126 persen tentu akan menaikkan ongkos angkut batubara.

‘Namun kualitas batubara seperti nilai kalorinya tetap menjadi pertimbangan PLN dalam melakukan negosiasi untuk pasokan ke PLTU,’ ujar Ali Herman.

Pada 2006, PLN berencana meningkatkan penggunaan pembangkit berbahan bakar batubara dengan jumlah pasokan sekitar 20 juta ton atau setara guna mengurangi kebutuhan PLN akan bahan bakar minyak.

PLTU Suralaya berkapasitas 3.400 megawatt (MW) dengan tujuh unit pembangkit untuk menyuplai jaringan listrik Jawa-Bali. Sejak 2000 hingga 2004 rata-rata memproduksi 21.000 gigawatthour (GWh) listrik.

Source : www.mediaindo.co.id