Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro meminta PTÂ Pertamina (persero) untuk mewaspadai kelangkaan minyak tanah menjelang hari Idul Fitri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro meminta PT Pertamina (persero) untuk mewaspadai kelangkaan minyak tanah menjelang hari Idul Fitri.

Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama Pertamina diminta meningkatkan pengawasan penyaluran BBM subsidi ini dan segera menetapkan harga eceran tertinggi (HET) baru di wilayah masing-masing.

Menteri ESDM mengatakan itu ketika meninjau pasokan BBM untuk wilayah Jateng dan DIY di depo Pertamina Rewulu, Yogyakarta, Minggu (2/10).

‘Kita minta jangan sampai ada kelangkaan minyak tanah. Karena biasanya menjelang lebaran konsumsi masyarakat meningkat,’ jelasnya.

Pertamina, menurut dia, harus menyiapkan stok minyak tanah yang cukup bagi masyarakat karena BBM ini masih mendapatkan subsidi yang sangat besar dari pemerintah. Selisih harga minyak tanah dengan BBM lain mencapai Rp 40 triliun.

Angka tersebut merupakan selisih harga minyak tanah dengan BBM industri dikalikan kuota minyak tanah 2005 sebesar 10 juta kiloliter.

Lebih lanjut, Purnomo mengatakan kendati harganya sudah dinaikkan disparitas (selisih) harga minyak tanah dengan BBM lain memang masih cukup lebar.

Idealnya, nanti minyak tanah akan disesuaikan juga dengan harga pasar, tapi untuk saat ini tidak mungkin mengingat daya beli masyarakat masih rendah.

Menanggapi hal itu, Kepala Pengadaan Unit Pemasaran (UPMS) IVÂ Pertamina Herman MZ mengakui untuk menekan konsumsi minyak tanah cukup sulit karena hingga September ini kuota sudah mencapai 70%. Bahkan, stok untuk operasi pasar tampaknya akan disalurkan juga karena jatah para agen sudah hampir hampir.

Meski demikian, kata dia pihak UPMS IV Pertamina tetap berupaya untuk tidak melampaui kuota minyak tanah 1,2 juta kiloliter bagi wilayah Jateng dan DIY.

‘Kita akan melakukan berbagai alternatif penyaluran jika tiba-tiba terjadi lonjakan permintaan,’ katanya.

Pasca kenaikan harga BBM 1 Oktober ini, menurut UPMS IV Pertamina konsumsi premium di Jateng dan DIY anjlok 50% dari rata-rata 2.200 kl menjadi 1.000 kl. Sejumlah SPBU di jalur Semarang-Salatiga-Yogyakarta terlihat sepi pembeli.

Source : www.mediaindo.co.id