Dalam suatu kasus, terdapat compressor 3 stage. Pada recycle line dari 3rd stage ke 1st stage hanya ada control vavle 4 inch. Disini terjadi drop pressure yang sangat tinggi, sehingga terjadi iceing.

Dalam suatu kasus, terdapat compressor 3 stage. Sunction 1st stage 120 psi, discharge 1st stage 400 psi, discharge 2nd stage 1200 psi dan discharge 3rd stage 1800 psi. Di setiap stage terdapat recycle untuk surge protection, dan dari 3 stage discharge juga ada recycle line ke 1st stage suction. Pada recycle line dari 3rd stage ke 1st stage hanya ada control vavle 4 inch. Disini terjadi drop pressure yang sangat tinggi. Sehingga terjadi iceing (membentuk es) di control valve dan pipa. Apakah ini tidak apa-apa? Apakah tidak merusak pipa dan control valve?

Dulu, hal ini di biarkan saja, tapi sekarang pipa dan control valve dililit oleh heat trace (cable pemanas) dan hasilnya tidak efektif, masih terjadi iceing. Apakah tidak lebih baik di pasang restriction orifice, atau Choke valve (agar dapat diubah-ubah dengan mudah). Bagaimana dengan pertimbangan ekonomis dan safety-nya jika diperbaiki sytem-nya atau di biarkan saja.

Mengapa terjadi Iceing? Hal ini adalah akibat dari pressure drop yang cukup besar. Bukankah sudah hukumnya bagi gas, penurunan pressure yang besar akan dibarengi dengan penurunan temperatur, seperti sistem kerja expantion valve di pendingin (AC).

Dalam design control valve selalu dipertimbangkan agar tidak terjadi kavitasi. Dalam hal ini terjadinya iceing kemungkinan karena ada perubahan entalpy yang cukup tinggi pada perubahan fase gas menjadi cair pada penurunan tekanan gas yang cukup signifikan. Hal yang perlu diperhatikan salah satunya adalah apakah perubahan fase itu sudah terjadi?
Kalau ya, kemungkinan valvenya akan cepat rusak (cavitated) yang ditandai dengan noise yang tinggi atau vibrasi yang lumayan, atau kerja gas drier (kalau ada) menjadi sangat berat, karena tentunya compressor tersebut tidak memperbolehkan fase cair masuk ke dalam sistem.

Sebaiknya carilah program-program sizing valve untuk mengevaluasi kinerja valvenya. Untuk anti surge valve, tidak banyak valve manufacturer yang membuatnya (CCI dengan Drag valve, Valtek dengan Tiger-tooth-nya, Severn Glocon dengan MLT-nya, Fisher, dan mungkin yang lainnya). Berkonsultasi dengan mereka akan lebih baik dan menambah info.

Kelihatannya harus balik ke titik awalnya, fungsi instrument adalah mendukung agar peralatan proses berfungsi sesuai dengan design. Dalam hal ini compressor adalah peralatan proses, recycle valves adalah instruments yang berfungsi untuk mengatur flow balik agar kompresor kembali ke daerah operasi aman. Daerah operasi bahaya (tidak aman) bagi compressor adalah surge zone, letaknya di sebelah kiri garis surge limit line dari grafik head dan flow rate.

Kalau yang dilihat hanya karena adanya iceing (0 derajat sudah akan terjadi es), jangan keburu takut, lihat dulu berapa temperaturnya lalu piping spec macam apa, c steel bisa tahan sampai -20 derajat, jadi mungkin tidak masalah. Lebih bagus lagi kalau dilihat secara komplit. Kompresor didesign untuk flow rate berapa dan pressure ratio berapa, lalu didalam dossier kompresor dicari daerah operasinya dimana.

Kemudian dibandingkan dengan kondisi sekarang, berapa flow rate dan pressure dari sumbernya. Karena terjadi recycle yang berterusan, kelihatannya telah terjadi penurunan flow rate, akibatnya surge controller berusaha menaikkan flow rate dengan cara recycling dari high pressure ke low pressure, maka terjadi iceing. Penurunan flow bisa jadi karena sumbernya di suction berkurang ataupun karena adanya hambatan di discharge. Kalau sumbernya yang kurang, suction pressure turun, kalau ada hambatan di discharge, pressurenya naik.

Kesimpulannya cari data dulu sebanyak mungkin, silahkan dilihat di library data book, baru khawatir dan melakukan perubahan. Penjelasan disinipun jangan dipakai dasar untuk melakukan perubahan, karena cuma berdasarkan data yang sangat terbatas dengan sudut pandang yang lain-lain pula.