Kepala Divisi BBM Pertamina Ahmad Faisal mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri kemungkinan akan diberlakukan Sabtu, 8 Oktober 2005. ‘BBM industri naik, mungkin kita berlakukan hari Sabtu,’ kata Ahmad

Kepala Divisi BBM Pertamina Ahmad Faisal mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri kemungkinan akan diberlakukan Sabtu, 8 Oktober 2005. ‘BBM industri naik, mungkin kita berlakukan hari Sabtu,’ kata Ahmad di Jakarta, Rabu (5/10).

Menurut dia, surat keputusan kenaikan harga BBM industri sudah ditandatangani dan akan diberlakukan secepatnya. Namun masih harus menginformasikan rencana kenaikan itu ke daerah.

Ahmad menyebutkan harga baru BBM industri yaitu premium Rp 6.290, solar Rp 6.000, kerosin Rp 6.400, diesel Rp 5.780, dan minyak bakar Rp 3.810. ‘Sedangkan sistem bunker internasional untuk solar menjadi 58,4 sen dolar AS, diesel 56,3 sen dolar AS, dan minyak bakar 37,10 sen dolar AS,’ paparnya.

Dikatakannya, harga tersebut berpatokan pada MOPS (Mid Oil Platts Singapore) yang sekarang ini untuk minyak mentah mencapai 66 dolar AS, sedangkan solar 76 dolar AS. ‘Itu tinggi sekali,’ ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan kenaikan itu berlaku untuk semua industri karena didalam Perpres 55/2005 dikatakan BBM untuk industri tidak mendapat subsidi. ‘Kenaikannya sudah termasuk PPn,’ kata dia.

Ahmad menegaskan bahwa PLN pun tidak mendapat perlakuan khusus meski telah ada kesepakatan dengan komisi VII mengenai harga solar untuk PLN sebesar Rp 4.610 karena dalam Perpes tersebut PLN tidak diatur khusus.

‘Diluar harga itu memakai MOPS plus 15 persen dan PLN terkena harga nonsubsidi,’ jelasnya.

Source : www.mediaindo.co.id