Pada Boiler Drum LEVEL Transmitter, karena sifat air (water) yang incompressible, pressure tidak begitu berpengaruh, sedangkan temperatur berpengaruh terhadap SG atau density dari air.

Pada Boiler Drum LEVEL Transmitter, karena sifat air (water) yang incompressible, pressure tidak begitu berpengaruh, sedangkan temperatur berpengaruh terhadap SG atau density dari air. DP mengukur tekanan hidrostatik dari air yang sangat dipengaruhi oleh SG atau densitas. Kompensasi terhadap SG atau densitas lebih tepat, tetapi kalau kita bisa mengandalkan bahwa karaketristik boiler water (dengan semua kontaminan dan additifnya) mendekati water, maka kompensasi terhadap temperatur cukup (Temperature Transmitter lebih ekonomis dibanding Density Transmitter).

Karena untuk Boiler yang penting adalah Level, maka tidak perlu kompensasi terhadap faktor lainnya. Lain halnya dengan storage tank dimana kita ingin mendapat besaran volume atau massa, maka tank strapping menjadi faktor penting.

Pada waktu kita memasukkan range pengukuran (untuk DP type), harga batas bawah pengukuran (ZERO) dan batas atas pengukuran (sebagian orang menyebutnya sebagai SPAN) adalah delta pressure yang diakibatkan oleh ketinggian air di steam drum pada saat normal operation, otomatis harga SG yang dimasukkan juga operating specific gravity. Jika diasumsikan zero compensation akibat wet leg sudah dilakukan dengan benar, maka pada waktu start-up, dimana SG water masih lebih tinggi dari operatingnya, maka level akan tampak lebih tinggi dari yang sebenarnya (terjadi deviasi antara LI (dari DP transmitter) dengan LG). Untuk menghindari hal ini biasanya diatur lewat DCS (untuk yokogawa Anda blok function var).

Nah yang sebenarnya masih membingungkan, manakah yang lebih dominan mempengaruhi SG tadi apakah pressure atau temperatur??? Jika temperatur lebih dominan berarti kompensasi dilakukan sebagai fungsi temperatur, kalau pressure lebih dominan, maka pressure yang dipakai sebagai acuan, demikian juga jika keduanya sama-sama berpengaruh besar maka keduanya dipakai sebagai acuan.

Untuk aplikasi steam level dengan DP, jelas kita harus menggunakan wet leg (sisi low dan high penuh terisi air), dan kedua sisi harus dijaga terisi penuh air sebagai liquid seal. Perhatikan juga bahwa kalibrasi harus dilakukan pada kondisi liquid seal terisi penuh.

Meskipun menggunakan liquid seal yang lain, kompensasi terhadap temperatur harus tetap dilakukan mengingat SG atau densitas air didalam boiler yang berubah karena pengaruh temperatur.

Salah satu kelemahan menggunakan DP untuk mengukur level yaitu adanya perbedaan SG didalam dan diluar vessel (bridle atau instrument leg). Apalagi dengan temperatur tinggi, yang diluar drum akan lebih mudah turun dibanding yang didalam.

Belum lagi formula kompensasi, kalau mau memakai temperature compensation, mau pakai temperatur yang dimana? Kalau memakai yang di dalam drum, kan tidak sama dengan yang di dekat level transmitter (apalagi waktu start up)? Mengapa tidak memakai liquid sealed saja, agar tidak ada process fluid yang diluar drum dan perbedaan SG tidak jadi masalah, jadi tidak perlu kompensasi?

Kalau masalahnya hanya pengukuran Level Air di Boiler drum, kompensasi temperatur tidak terlalu diperlukan. Apa lagi kompensasi pressure, tidak berhubungan dengan SG.

Pengukuran dengan menggunakan DP Transmitter, tentu memperhitungkan SG dari Media yang diukur. Umumnya pengukuran Level boiler drum menggunakan Level Displacer atau DP transmitter. Seperti dikatakan tadi, untuk penggunaan DP Tranmitter, menggunakan Wet Leg. Media dari refference Leg-nya adalah kondensat atau Boiler Water itu sendiri yang temperaturnya sudah cukup rendah (pada hook up transmitter). Dan untuk perhitungan Span (HRV-LRV), tentu memperhitungkan SG dari air yang ada pada Boiler Drum.

Sekarang pertanyaannya, seberapa jauh (tinggi) jarak Tapping Point LRV ke Tapping Point HRV. Kalau SG Air pada kondisi Normal operasi 120 degC, SG nya kira-kira 0,98 atau spannya 490 mmH2O. Kalaupun ada perubahan temperatur pada saat normal operasi, itu tidak akan terlalu signifikan. Untuk temperatur dari 120 ke 160 degC, SG nya hanya turun 0,05 atau koreksi span atau indikasi pengukurannya hanya 5%. (Itupun jika temperatur water di boiler drum tidak berfluktuasi.)

Terus bagaimana untuk saat start up..? Water untuk boiler drum adalah HBW (Hot Boiler Water). Temperaturnya juga sudah lumayan tinggi. Tapi yang namanya start up boiler, operator boiler tidak akan berlama-lama menahan temperatur pada temperatur HBW. Tentu setelah burner dihidupkan, akan segera menuju temperatur normal operasi. Dan kalau burner belum hidup, apa perlu pengukuran level yang sangat akurat hingga harus menggunakan kompensasi temperatur. Ada level Glass kan..??

Tentu dasar dari saran di atas melihat 2 hal pertimbangan dibanding kegunaannya. Pertama, penambahan temperature compensator tentu memerlukan Thermocouple, kabel thermocouple & Access., Thermocouple Input Modul atau Temp.Transmitter. Kedua, tidak tahu persis bagaimana rumus perhitungan dari temp. compensator yang digunakan. Jika input/nilai temperatur merupakan faktor pengali dari perhitungan tersebut…, hati-hati.., begitu thermocouple putus, maka pengukuran Level akan error atau mungkin menunjuk angka nol. Dampaknya tentu berbahaya, karena terganggunya system Level Control Boiler Drum.