Patroli TNI Angkatan Laut Dumai, Riau, menangkap Kapal Motor Maju Jaya yang diduga menimbun 50.000 liter minyak tanah dan 65.000 liter solar.

Patroli TNI Angkatan Laut Dumai, Riau, menangkap Kapal Motor Maju Jaya yang diduga menimbun 50.000 liter minyak tanah dan 65.000 liter solar. KM Maju Jaya ditangkap di perairan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (2/10) petang.

Proses penyelidikan untuk mengungkap kecurigaan dengan mengumpulkan kesaksian dan barang bukti memakan waktu lebih dari dua hari. Baru hari ini (Rabu, Red) kami ungkapkan kepada publik, kata Komandan Pangkalan TNI AL Dumai Kolonel Laut Alex Kekung.

Menurut Alex, Minggu lalu Kapal AL Tedung pimpinan Kapten Laut Slamet menjumpai KM Maju Jaya tersebut saat berpatroli rutin di perairan Panipahan.

Saat diperiksa, kecurigaan muncul ketika surat delivery order (DO) yang ditunjukkan nakhoda Ahmad bin Daud tidak sesuai dengan fakta.

Bahan bakar dengan DO bertanggal 19 September itu wajarnya telah sampai di Panipahan dan siap disalurkan selambat-lambatnya tanggal 23 September.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada unsur kesengajaan manajemen KM Maju Jaya, termasuk pemilik kapal dan penyalur BBM, untuk menunda diterimanya barang pesanan.

Sementara itu, enam kolam tempat penyimpanan minyak mentah di Desa Wanasari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terbakar, Rabu pagi. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut pihak Kepolisian Resor Indramayu, tiap kolam diperkirakan menampung sekitar 18.000 liter minyak mentah.

Hingga pukul 12.00 api belum juga padam, padahal kepolisian dan Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan dan Unit Pemasaran III Balongan telah menurun- kan tiga mobil pemadam kebakaran.

Kepala Kepolisian Resor Indramayu Ajun Komisaris Besar Djoko Purbo mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki kasus tersebut.

Source : www.kompas.com