Ketersediaan minyak mentah bukanlah masalah, kata Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Saudi Arabia, Ali I. Al-Naimi kepada WPC, yang diselenggarakan pada akhir September di Johannesburg.

Ketersediaan minyak mentah bukanlah masalah, tapi pengirimannya lah yang menjadi masalah, kata Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Saudi Arabia, Ali I. Al-Naimi kepada Kongres Perminyakan Dunia (World Petroleum Congress /WPC), yang diselenggarakan pada akhir September di Johannesburg.

Al-Naimi mengatakan bahwa infrastruktur yang tidak memadai memberikan tekanan pada harga minyak dan memiliki kendala yang kuat dalam penyediaan—dalam pengembangan, produksi, transportasi, pengilangan, dan pengiriman.

‘Prospek upstream sangat menjanjikan, terutama di Saudi Arabia,’ katanya, dimana pemerintah mengharapkan kenaikan kapasitas produksi menjadi 12.5 juta barrrel/hari pada 2009 dan terus mengelola spare-capacity buffer sejumlah 1.5-2 juta barrel/hari. ‘Saudi Arabia bisa memacu produksi hingga 15 juta barrel/hari jika dijamin,’ kata Al-Naimi.

‘Terdapat banyak area di kerajaan yang belum diekplorasi,’ kata Al-Naimi, menambahkan bahwa dia percaya bahwa persediaan Saudi Arabia ‘akan berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun dan dekade ke depan.’

Al-Naimi sebelumnya menyalahkan kesulitan downstream dalam masalah pengiriman. Dia menambahkan kapasitas pengilangan yang ditingkatkan di seluruh dunia belum ‘mengikuti pertumbuhan permintaan untuk bahan bakar transportasi yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.’

Dia mengharapkan bahwa kapasitas produksi minyak mentah spare akan cukup meningkat dalam 3-4 tahun ‘untuk margin keselamatan terhadap pasar minyak mentah dunia.’

Saudi Arabia merencanakan program eksplorasi yang argesif, investasi besar dalam teknologi dan infrastruktur, dan konstruksi pengilangan ekspor untuk proses minyak mentah berat dan asam, ujarnya.

‘Ada tiap alasan untuk percaya bahwa minyak akan tetap menjadi pilihan bahan bakar bagi transportasi,’ ujarnya.

Pembicara Yang Lain

Dalam pidato yang terpisah, ExxonMobil Corp. Pres. Rex Tillerson setuju dengan Al-Naimi bahwa terdapat minyak yang berlimpah di seluruh dunia belum terproduksi dan bahwa supply belum mencapai puncaknya.

South African Pres. Thabo Mbeki mengatakan harga bahan bakar yang tinggi membutuhkan perdebatan karena kemiskinan dua kali lipat dari harga energi yang tinggi. Dia menyerukan kerjasama internasional dalam menangani masalah energi.

WPC Pres. Eivald Roren mengatakan bahwa sumber energi baru dibutuhkan, tapi dia juga percaya bahwa minyak dan gas akan tetap menjadi sumber energi utama untuk masa mendatang.(YS)

Sumber : ogj.pennnet.com