Harga minyak mentah pada pekan lalu sempat mengalami penurunan hingga 5 dollar AS per barrel sebagai pengaruh dari penggunaan cadangan minyak darurat Amerika Serikat.

Harga minyak mentah pada pekan lalu sempat mengalami penurunan hingga 5 dollar AS per barrel sebagai pengaruh dari penggunaan cadangan minyak darurat Amerika Serikat. Meskipun tercatat penurunan yang cukup signifikan, harga yang tercatat pada penutupan pasar pekan lalu masih berada pada tingkat 42 persen di atas harga pada awal tahun 2005.

Namun, pada hari Jumat lalu, harga minyak mengakhiri penurunan setelah pasar bisa mengimbangi penurunan permintaan dari Amerika Serikat dan berkurangnya persediaan bahan bakar dari kilang di AS dan Perancis.

Sampai akhir pekan lalu, harga minyak mentah di AS naik 48 sen pada tingkat 61,84 dollar AS per barrel setelah lima hari mengalami penurunan. Harga tersebut mendekati 13 persen di bawah harga yang relatif tinggi sejak Agustus yang berkisar 70,85 dollar AS per barrel.

Sementara itu, harga minyak brent di London juga mengalami kenaikan setelah mengalami penurunan beberapa hari sebelumnya. Harga minyak brent naik 84 sen menjadi 59,21 dollar AS per barrel.

Penurunan harga pada pekan lalu terjadi setelah data Amerika Serikat menunjukkan bahwa negara ini akan menekan konsumsi minyak lebih sedikit.

Pekan sebelumnya, Amerika Serikat melepas cadangan minyak strategis sebanyak 30 juta barrel ke pasar. Selain itu, AS juga melepas 30 juta barrel produk bahan bakar minyak, seperti bensin. Hal serupa juga dilakukan 26 negara anggota Badan Energi Internasional dan juga oleh negara-negara Eropa.

Para Menteri Keuangan Asia Pasifik yang akan bertemu pekan ini akan menyerukan peningkatan kerja sama antarnegara produsen dan konsumen minyak guna menekan harga.

Sumber : www.kompas.com