Untuk mengelola dua blok minyak di Libya, Pertamina membutuhkan dana US$ 3,6 miliar. Pendanaan tersebut akan didapatkan melalui commercial banking yang akan dimasukkan dalam equity Pertamina.

Untuk mengelola dua blok minyak di Libya, Pertamina membutuhkan dana US$ 3,6 miliar. Pendanaan tersebut akan didapatkan melalui commercial banking yang akan dimasukkan dalam equity Pertamina.

‘Pertamina tidak akan mengeluarkan sepeser pun uang untuk kelola ini. Kita juga tidak akan melakukan pinjaman dan akan meminta commercial banking,’ kata Dirut Pertamina Widya Purnama di kantornya, Jl Perwira, Jakarta, Selasa (11/10/2005).

Pertamina mengelola Blok Sirt yang memiliki kandungan minyak antara 300-400 juta barel dan Blok Sabrata yang memiliki cadangan minyak 690 juta barel. Untuk Blok Sirt diperkirakan membutuhkan biaya eksplorasi mencapai US$ 1,6 miliar dan Blok Sabrata US$ 2 miliar. Sehingga total pendanaan dua blok itu mencapai US$ 3,6 miliar.

Pertamina baru akan mengelola dua blok tersebut pada akhir tahun 2006. Menurut Widya, produksi di kedua blok ini akan melebihi kandungan yang ada di Blok Cepu.

‘Ini lebih besar dari Cepu, produksinya mencapai 200-250 ribu barel per hari, dan dalam 3-4 tahun ini akan menambah produksi minyak Indonesia,’ katanya.

Pertamina dinyatakan sebagai pemenang tender oleh National Oil Corporation atas nama pemerintah Libya. Pertamina akan bertindak sebagai operator untuk kedua blok itu dengan penghitungan working interest sebesar 100 persen.

Kedua blok ini memiliki luas 3.671 kilometer persegi yang dimenangkan setelah melalui persaingan ketat dengan pemain utama minyak dunia, seperti ENI, Santos, Conoco, dan CNPC.

Sumber : www.detikfinance.com