Inklusi fluida – gelembung kecil dari fluida atau uap yang terperangkap di dalam batu saat pembentukannya – merupakan petunjuk lokasi bijih logam bahkan minyak.

Inklusi fluida – gelembung kecil dari fluida atau uap yang terperangkap di dalam batu saat pembentukannya – merupakan petunjuk lokasi bijih logam bahkan minyak; dan merupakan kapsul waktu dalam tenaga gunung berapi dan petunjuk kehidupan di alam semesta. Tetapi realisasi nilai ilmiah inklusi fluida masih relatif baru.

Di Centennial Celebration Symposia untuk Society of Economic Geologists, Profesor Geosains di Virginia Tech, Robert Bodnar akan meninjau sejarah penggunaan ilmiah inklusi fluida, dan memprediksi keadaan lapangan dalam 10, 50, dan 100 tahun mendatang.

Paper berudul ‘Fluid inclusions, from H.C. Sorby to Edwin Roedder and Beyond.’

Inklusi fluida dianggap sebagai keingintahuan, sampai Sorby melihat gelembung -gelembung dalam mineral sebagai petunjuk proses pembentukan batuan dan mineral. Sorby, seorang pionir dalam penggunaan mikroskop dalam meneliti batuan, merupakan orang pertama yang menjelaskan inklusi dari perspektif ilmiah. Pada 1858, dia menggunakannya untuk menentukan temperatur dan tekanan pada saat pembentukan batuan.

‘Tak banyak yang dilakukan sampai Ed Roedder menerapkan inklusi untuk melebarkan rentang masalah geologi,’ kata Bodnar. Roedder menunjukkan bahwa inklusi dapat digunakan untuk menentukan tekanan dan temperatur saat pembentukan. Buku definitif Roedder, Fluid Inclusions (1984), menjelaskan apakah inklusi fluida itu dan bagaimana cara menggunakannya. Sekarang, Roedder yang berusia 86 dan masih aktif, merupakan mentor Bodnar di U.S. Geological Survey.

Inklusi fluida merupakan topik sepanjang masa. Digunakan oleh industri minyak untuk memprediksi deposit minyak dan untuk melacak arah aliran minyak melalui sub-permukaan sehingga dapat ditemukan lapangan baru. Chevron mempekerjakan Fang Lin, salah satu murid doktoral Bodnar, yang berpengalaman dalam hal inklusi fluida untuk membantu eksplorasi.

Inklusi fluida sangat berharga bagi eksplorasi deposit logam, seperti tembaga, emas, dan timbal. Inklusi fluida jenis tertentu digunakan untuk jenis bijih tertentu.

‘Kami memotong batuan, dan jika ditemukan inklusi dengan karakteristik tertentu, maka menentukan apa yang ditemukan,’ kata Bodnar. ‘Ketidakpastian terbesar adalah berapa lama deposit bijih atau minyak terbentuk,’ ujar Bodnar. ‘Apakah memerlukan waktu ratusan, ribuan ataukah jutaan tahun?’

‘Kami tahu berapa lama beberapa proses aktif. Kami tahu beberapa deposit logam terbentuk di lingkungan yang sama dengan gunung berapi aktif. Dua atau tiga mil di bawah Mount St. Helens adalah contoh lingkungan pembentukan deposit tembaga,’ kata Bodnar. ‘The Bingham Canyon Mine, salah satu pertambangan permukaan terbesar di dunia, dulunya merupakan gunung berapi.’

Tetapi, bagaimana bijih terbentuk dalam gunung berapi? ‘Gunung berapi bisa saja beristirahat selama ratusan atau ribuan tahun. Sebagai contoh, keaktifan Mount St. Helens hanya sekitar beberapa bulan dalam 25 tahun terakhir,’ ujar Bodnar.

Bodnar merupakan bagian dari kelompok peneliti Mt. Vesuvius. ‘Sejarah selama ribuan tahun memberikan rekaman seperti waktu meletusnya, berapa lama terjadinya, dan berapa lama gunung berapi itu beristirahat. Kami dapat mengekstrak fluida dari inklusi dan menggunakan teknik isotop untuk menentukan berapa lama dia terperangkap,’ kata Bodnar. ‘Kami dapat membandingkan dengan rekaman yang telah ada sehingga diketahui apa yang terjadi dalam gunung berapi ketika pembentukan bijih tersebut.’

‘Semakin mengerti cara pembentukan bijih tersebut, akan semakin baik dalam mengembangkan teknik untuk mencari deposit baru. Terdapat jutaan gunung berapi yang tua dan mati. Tidak semuanya membentuk deposit bijih. Inklusi yang terjadi akan menentukan apa yang dicari,’ ujar Bodnar.

Penggunaan inklusi fluida di masa depan diharapkan untuk mempelajari alam semesta. Gelembung terperangkap batuan merupakan petunjuk apakah ada air, atau kemungkinan kehidupan, di antara bintang-bintang. ‘Jika kita punya contoh batuan dari Mars dan menemukan inklusi dengan air, hal ini meningkatkan harapan bahwa sebenarnya ada kehidupan,’ kata Bodnar. Inklusi fuida akan menjadi alat penting untuk mempelajari meteorit dan batuan dari bulan, asteroid, dan planet-planet yang akan kita datangi untuk mencari bukti adanya air dan kemungkinan kehidupan.’

Simposium ini akan dilaksanakan hari Sabtu, 15 Oktober, selama pertemuan nasional Geological Sciences of America di Salt Lake City 16-19 Oktober. Perhimpunan tersebut meminta para ahli dunia di bidang ekonomi geologi untuk memberi ceramah sesuai bidangnya. Sebagai Society of Economic Geology Distinguished Lecturer, Bodnar diundang untuk memberikan gagasannya.(YS)

Sumber : www.physorg.com