Pengguna umum mungkin tidak mengetahui, tetapi Global Positioning System (GPS) lebih terandalkan daripada beberapa tahun yang lalu.

Pengguna umum mungkin tidak mengetahui, tetapi Global Positioning System (GPS) lebih terandalkan daripada beberapa tahun yang lalu.

Staf Sersan U.S. Air Force menggunakan koordinat Global Positioning System.

GPS yang pertama kali digunakan di bidang militer, kemudian surveyor dan bahkan konsumen, merupakan sistem navigasi dan positioning yang terdiri dari monitor berbasis bumi dan konstelasi satelit yang mengandalakan jam atom. Metode statistik yang dikembangkan oleh National Institute of Standards and Technology (NIST) dan diuji serta diimplementasikan dengan bantuan beberapa kolaborator, telah membuat analisis akurasi dan keandalan sinyal waktu yang didukung satelit lebih cepat dan lebih mudah. Metode ini akan membantu memastikan bahwa jam GPS menghasilkan pengukuran jarak dan lokasi yang akurat dan tetap tersinkronisasi dengan waktu bumi.

Metode NIST ini, dijelaskan dalam paper sebelumnya,*telah tergabung selama beberapa tahun dalam sistem software analisis jam GPS yang dikelola oleh Naval Research Laboratory (NRL). Peralatan komersial jam satelit diselesaikan di NIST—penggunaan osilasi alami atom rubidium sebagai ‘ticks,’ atau standard frekuensi. Algoritma membantu mendeteksi dan mengoreksi waktu GPS dan anomali frekuensi. Algoritma juga dapat digunakan untuk meningkatkan pengendalian jenis jam dan telah tergabung dalam instrumen dan software komersial untuk aplikasi timing yang bervariasi, menurut engineer elektronika NIST, David
Howe, penulis utama paper tersebut.

Penerima GPS menunjukkan lokasinya berdasarkan jarak tiga atau lebih satelitGPS di lokasi yang diketahui di angkasa. Jarak ini dihitung dari waktu yang ditempuh oleh sinyal radio satelit menuju penerima. Sehingga, perhitungan akurasi timing mempengaruhi pengukuran jarak. Metode NIST ini membuat serangkaian perhitungan matematis terhadap account untuk beberapa pengukuran fluktuasi ‘noise’ acak dalam operasi jam secara simulatan. Hal ini membuatnya semakin mudah untuk mengestimasi berbagai sumber kesalahan dan mengindentifikasi awal ketidakstabilan dalam jam, hanya dalam hitungan menit atau jam. Sehingga penyesuaian dapat dibuat dengan tepat. Teknik ini juga bisa mempercepat evaluasi jam selama proses pembangunan satelit GPS, dimana waktu uji dalam keadaan premium. ‘Akhirya, akan meningkatkan keandalan, stabilitas dan akurasi untuk pengguna GPS untuk navigasi dan waktu,’kata Howe.

Sumber : www.sciencedaily.com