Konsumsi BBM setelah kenaikan harga cenderung menurun menjadi sekitar 140 ribu kiloliter per hari dari konsumsi normal sekitar 180 ribu kiloliter.

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) setelah kenaikan harga cenderung menurun. Konsumsi menjadi sekitar 140 ribu kiloliter per hari dari konsumsi normal sekitar 180 ribu kiloliter.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak Pertamina Achmad Faisal mengatakan minggu ini konsumsi mulai turun setelah sempat meningkat hingga 220 ribu kiloliter sebelum kenaikan harga BBM akhir September lalu.

‘Ini mungkin akibat masih banyak penimbunan BBM yang masih belum terpakai sehingga konsumsi turun,’ kata Faisal di Pertamina Selasa (18/10). ‘Kami berharap penurunan ini terus bertahan sebab dapat mengurangi pemberian subsidi BBM,’ tambahnya.

Faisal menjelaskan, untuk konsumsi premium hanya 53.600 kiloliter atau berkurang dari alokasi yang disediakan Pertamina 76.900 kiloliter. Untuk solar konsumsinya berkurang menjadi 44.700 kiloliter dari alokasi 53.300 kiloliter. Sedangkan minyak tanah meningkat menjadi 47.200 kiloliter dari alokasi 33.700 kiloliter.

Faisal menegaskan cadangan BBM untuk menghadapi lebaran mendatang mencukupi. ‘Pertamina berusaha menjaga stok pada level 21 hingga 22 hari,’ tambahnya.

Saat ini posisi stok BBM nasional telah mencapai 21,7 hari. Untuk Premium 20,5 hari, minyak tanah 27,2 hari, sedangkan solar 19,2 hari. ‘Masyarakat diminta tidak panik mengahadapi lebaran karena pasokan dari Pertamina mencukupi,’ ujarnya.

Diakui Faisal masih ada beberapa daerah yang kekurangan BBM seperti Tembilahan dan Bengkulu. ‘Itu akibat masalah keterlambatan pengiriman BBM saja,’ ucapnya.

Sumber : www.tempointeraktif.com