Crude futures turun pada hari Kamis, terbebani oleh laporan pemerintah AS tentang stok gasolin domestik minggu lalu dan berkurangnya ketakutan akan badai terhadap infrastruktur minyak AS.

Crude futures turun pada hari Kamis, terbebani oleh laporan pemerintah AS tentang stok gasolin domestik minggu lalu dan berkurangnya ketakutan akan badai terhadap infrastruktur minyak AS. Ahli prakiraan cuaca mengatakan bahwa badai Wilma sepertinya akan melewati (bypass) area produksi utama di Teluk Mexico.

Minyak mentah (light,sweet) untuk pengiriman November turun 44 cents menjadi $ 61.97 per barrel di New York Mercantile Exchange pada electronic trading. Kontrak yang berakhir Kamis, ditutup pada $ 62.41 pada hari Rabu, dengan penurunan sebesar 79 cents.

Gasolin turun setengah cent menjadi $ 1.6705 per galon, sementara heating oil jatuh 1.18 cents menjadi $ 1.9016. Gas alam turun hampir 1 cent menjadi $ 13.540 per 1000 ft3.

Saat Wilma mengguncang bagian barat laut Laut Karibia, National Hurricane Center yang berpusat di Miami memperingatkan badai Wilma bisa meningkatkan intensitasnya hingga kategori 5 pada hari Kamis, bergerak ke Teluk Mexico lalu berbelok menuju Florida.

Tapi beberapa analis tetap khawatir akan jalur yang akan dilewati Wilma. Kata mereka sangat beresiko untuk mengasumskan badai tidak akan merusak pengambilan minyak dan gas yang sedang berlangsung di Teluk saat dia bergerak menuju wilayah tersebut, dan mengakibatkan beberapa trader telah menghitung dampak badai Katrina dan Rita terlalu dini.

‘Kami tetap memantau badai,’ kata Phil Flynn dari Alaron Trading Corp. ‘Area $ 75 perbarrel untuk minyak mentah masih menjadi target. ‘Jika Wilma mengambil jalur menuju infrastruktur minyak kami bisa lebih dahulu.’

Hari Rabu sekitar 65% produksi minyak Teluk dan sekitar 52% produksi gas alam tetap terhalang, menurut U.S. Minerals Management Service. Wilayah teluk AS biasanya menyediakan 30% minyak dan 21% gas alam yang dari produksi AS.

Tapi mingguan U.S. petroleum yang dirilis Rabu mengatakan pengangkatan harga karena memperlihatkan peningkatan yang tidak diharapkan dalam inventori gasolin.

Untuk akhir minggu 14 Oktober, inventori gasolin AS meningkat 2.9 juta barrel menjadi 195.7 juta barrel, menurut U.S. Energy Information Administration.

Stok gasolin tetap 4% lebih rendah dibandingkan tahun lalu, tetapi memberi kejutan bagi analis yang merendahkan peningkatan kapasitas pengilangannya – yang naik sekitar 4% menjadi 79.1%, menurut EIA – dan sejumlah gasolin diimport.

Inventori minyak mentah AS meningkat sebesar 5.6 juta barrel dari minggu sebelumnya menjadi 312.0 juta barrel. Stok minyak mentah mendekati 12% lebih tinggi dibandingkan level setahun lalu.

Analis telah mengharapkan inventori minyak mentah naik hanya sekitar 1.5 juta barrel, dan inventori gasolin and distilat turun, menurut survey analis Dow Jones.

Tapi analis prihatin akan fasilitas recovery migas Teluk Mexico AS dari badai Katrina dan Rita, dan meningkatkan permintaan heating oil karena semakin dekatnya musim dingin di belahan bumi utara diharapkan membuat harga tetap rendah.

Inventori distilat AS – termasuk minyak diesel dan heating oil – turun 1.9 juta barrel menjadi 122.7 juta barrel. Ini sudah lebih dari 1% di atas level setahun lalu, tapi berada di bagian setengah rendah pada rentang rata-rata tahun ini.

Shell Oil Co. pada hari Rabu memperingatkan bahwa inventori gas alam dan heating oil AS menghadapi ketegangan musim dingin ini, akibat kerusakan badai.

Kerusakan perpipaan membatasi produksi dan penyimpanan gas alam, sementara pengiangan telah mengarahkan fokusnya ke on-road fuels, daripada heating oil, kata John Hofmeister, presiden Shell di Houston.

‘Akan mengambil waktu bulanan, bukan mingguan, untuk memperbaiki perpipaan,’ katanya, mendiskusikan saluran gas alam yang tidak terkapasitasi karena badai. ‘Kita telah kalah oleh badai ini, tapi kita akan melewatinya.'(YS)

Sumber : www.kansas.com