Minyak turun hampir ke level terendah dalam tiga bulan, yaitu di bawah $ 60 pada hari Senin.

Minyak turun hampir ke level terendah dalam tiga bulan, yaitu di bawah $ 60 pada hari Senin setelah badai Wilma terlewati dan setelah badai yang berulang-ulang menghantam fasilitas migas AS di Teluk Mexico mereda.

Minyak mentah ringan AS turun hingga $ 59.76 per barel, harga terendah sejak 28 Juli. Harga turun sebesar 61 cents menjadi $ 60.02 pada 04.29 GMT, setelah naik 61 cents pada hari Jumat karena kekhawatiran akan badai Wilma yang bisa menghalangi recovery operasi minyak di teluk.

Harga ini 15% di bawah harga tertinggi $ 70.85 per barel yang terjadi akhir August waktu terjadinya badai Katrina.

Minyak mentah London Brent turun 51 cents menjadi $ 57.97 per barel.

‘Pasar telah habis terjual setelah badai menuju ke Florida, dan bukan ke daerah Pantai Teluk. Sehingga produksi minyak tidak terpengaruh,’ kata Tony Nunan di Mitsubishi Corp., Tokyo.

Wilma, setelah merusak Semenanjung Yucatan, Mexico, melewati area produksi minyak dan gas alam di Pantai Teluk pada hari Minggu. Badai tropis yang dinamai di urutan 22 ini, pernah menghantam Alpha, dan tidak membahayakan fasilitas minyak Teluk saat mengguncang Haiti dan Republik Dominika, sebelum melemah.

BP Plc. mengatakan pada hari Minggu bahwa ‘level produksi belum terpengaruh’, sementara evakuasi karyawan nonesensial dari pusat dan timur Teluk selesai pada hari Sabtu.

Evakuasi memberi pengaruh kecil pada output akhir minggu lalu, kata U.S. Minerals Management Service (MMS) pada hari Friday.

Sejumlah 65,79% dari kapasitas produksi normal, 1,5 juta bpd, di Teluk Mexico ditutup pada hari Jumat, dibanding dengan 64,52% pada hari Kamis, menurut MMS.

Harapan bahwa harga tinggi akan memperlambat permintaan minyak, menurunkan selera spekulator, kata dealer.

‘Hal ini juga mengarahkan ke penurunan speculative long positions di pasar bursa, akibatnya menurunkan dukungan spekulasi untuk harga spot,’ kata Gerard Burg dari National Australia Bank dalam laporan bulanan.

Data AS juga menunjukkan penurunan dalam permintaan produk minyak keseluruhan dan menurun hingga 3,2% selama empat minggu.

Tapi pelemahan harga tidak akan berakhir, jika ‘permintaan minyak diperkirakan akan meningkat saat datangnya musim dingin di belahan bumi utara’, kata Burg.

UK Meteorological Office telah memprediksikan musim dingin yang lebih dingin dari rata-rata hampir di seluruh Eropa, sementara alat prakiraan cuaca EarthSat mengatakan minggu lalu bahwa daerah timur laut AS — pasar heating oil paling besar di dunia — akan jauh lebih dingin daripada tahun lalu.

Pasar juga memperoleh keringanan pasokan karena karyawan minyak di Perancis dan Nigeria mengakhiri pemogokannya.

Pengilangan minyak Gonfreville milik Total, yang terbesar di Perancis, melanjutkan operasinya pada hari Sabtu setelah semua karyawan setuju untuk menunda pemogokan sepanjang bulan yang bertujuan menuntut upah tersebut, salah satu faktor yang dapat membantu harga agar tetap di atas $ 60.

Dan ekspor minyak dari anggota OPEC, Nigeria sebanyak 240.000-bpd, dari terminal tanker Brass River dilanjutkan pada akhir minggu setelah persatuan pemrotes memperoleh kesepakatan dengan raksasa energi Italia, Agip, satu unit ENI, kata agen kapal, merakhiri kekacauan yang telah terjadi selama tiga hari itu.(YS)

Sumber : news.webindia123.com