‘Kami dapat menyingkirkan unggun batubara yang terbakar dengan drilling bore, menambahkan air dan slurry, dan menutupi kebakaran dengan loess,’

Kukus yang keluar dengan cepat dari lubang ketika air disemprotkan ke dalam unggun batubara yang terbakar di bawah tanah, sementara lusinan bulldozer mendorong gravel yang panas sepanjang sisi bukit. Ini adalah pemandangan di area pemadaman kebakaran di kebakaran lapangan batubara Tielieke di Aksu, sekitar 1.100 km barat daya Urumqi, ibukota wilayah otonomi Xinjiang Uygur.

‘Kami dapat menyingkirkan unggun batubara yang terbakar dengan drilling bore, menambahkan air dan slurry, dan menutupi kebakaran dengan loess,’ kata Qi Dexiang, kepala Xinjiang Regional Coalfield Fire Fighting Project Office, institusi yang didirikan tahun 1958.

‘Pertama, kami mengebor ke kedalaman unggun batubara yang menyala lalu menyemprotkan air dan slurry kedalamnya untuk menurunkan temperatur, yang bisa setinggi 1.000 oC. Setelah temperatur turun, kami menutupi permukaan dengan loess untuk mengisolasi kebakaran dibawah tanah dari atmosfer,’ kata Qi.

Cadangan batubara di Xinjiang diperkirakan 1,8 triliun ton, atau 40,6% dari keseluruhan cadangan di negeri itu.

Kebakaran lapangan batubara yang menutupi area seluas 6,45 juta m2. Kebakaran itu menghabiskan sekitar 8 juta ton batubara per tahun dan menyebabkan polusi yang berat di lingkungan sekitarnya.

Pembakaran spontan dari unggun batubara yang terekspos, colliery fires dan iklim kering merupakan penyebab utama kebakaran di lapangan batubara. Beberapa kebakaran lapangan batubara telah berlangsung selama 1.000 tahun.

‘Dibandingkan dengan yang biasa dilakukan di negara lain, cara kami memadamkan kebakaran lapangan batubara cukup efektif dan dengan biaya jauh lebih kecil,’ kata Qi.

Dengan tim khusus dan 47 tahun pengalaman memadamkan kebakaran, mereka telah mengembangkan sistem yang efektif untuk memadamkan dan memonitor kebakaran, menurut Qi.

Kebakaran lapangan batubara Liuhuanggou – yang terparah dalam luas area terbakar dan kehilangan batubara – dipadamkan pada akhir 2004 setelah kerja keras selama empat tahun.

‘Kami berjanji untuk mengakhiri kebakaran lapangan batubara pada tahun 2015,’ kata Qi, menambahkan bahwa hal ini akan menurunkan jadwal semula yaitu selama lima tahun dan menyelamatkan sekitar 24 juta ton lagi batubara berkualitas tinggi. Dengan dukungan finansial dari pemerintah pusat, lima kebakaran lapangan batubara diselesaikan pada tahun 1984 dan 1999 dan mencegah kehilangan 30 milyar ton batubara.

Kebakaran lapangan batubara di China terutama terjadi di Xinjiang, Mongolia Dalam dan Ningxia, lebih dari 80% dari cadangan batubara nasional. Kebakaran di lapangan batubara ini menyebabkan kehilangan 13 milyar ton batubara per tahun.(YS)

Sumber : english.eastday.com