Kerr-McGee Corp., Oklahoma City, telah mengutarakan maksudnya untuk meneruskan geophysical reconnaissance di bagian selatan Maroko walaupun ada ancaman dari Polisario Front (PF).

Kerr-McGee Corp., Oklahoma City, telah mengutarakan maksudnya untuk meneruskan geophysical reconnaissance di bagian selatan Maroko walaupun ada ancaman dari Polisario Front (PF), gerakan independen Sahara Barat.

Juru bicara Kerr-McGee, John Christiansen, mengatakan bahwa perusahaan meneruskan izin reconnaissance yang diperolehnya dari Office National de Recherches et d’Exploitations Pétrolières, perusahaan minyak negara Maroko, yang terletak di wilayah utara Sahara Barat.

Christiansen mengatakan perusahaan melaksanakan penelitian geofisika dan geologis di area offshore, sebagaimana surat izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Maroko pada tahun 2001 dan dikonfirmasi oleh otoritas internasional.

UN undersecretary untuk urusan hukum mengkonfirmasikan legalitas izin tersebut pada tahun 2002,’ kata Christiansen. ‘Izin tersebut diperbarui pada tahun 2003, 2004, dan 2005. Aktifitas penelitian memungkinkan kami untuk mengevaluasi potensi area. Sampai kami menyelesaikan analisis, kami tidak dapat berspekulasi akan aktifitas mendatang.’

Operasi dalam ancaman

PF pada 12 Oktober memperingatkan Kerr-McGee dan rekannya, Pioneer Natural Resources Co. dan Kosmos Energy LLP, bahwa personel mereka terancam jika tetap melanjutkan rencana pengeboran di blok Boujdour.

Kerr-McGee saat ini memiliki izin untuk mengeksplorasi dengan hanya menggunakan beberapa metode seperti akuisisi data seismik. Pengeboran memerlukan izin lain yang terpisah.

Dalam pernyataan, PF menggarisbawahi pandangan itu, mengatakan bahwa pengeboran akan meningkatkan ketegangan di Sahara Barat, yang diambil Maroko pada tahun 1975, segera setelah daerah itu memperoleh kemerdekaannya dari Spanyol.

‘Pemerintah SADR [Saharawi Arab Democratic Republic] selanjutnya mengatakan pada pemerintah bahwa tak dapat menjamin keselamatan individu manapun termasuk dalam operasi Kerr-McGee,’ kata gerakan tersebut. PF, yang berperang gerilya selama 16 tahun melawan Maroko untuk kebebasannya, membentuk SADR pada tahun 1976.

‘Persetujuan gencatan senjata tidak mempertimbangkan operasi tersebut di zona perang, dan akibatnya angkatan bersenjata Saharawi harus berhati-hati menentukan posisinya jika aktifitas berlangsung,’ pernyataan menambahkan.

Kerr-McGee mengatakan tidak percaya usahanya akan menghalangi proses perdamaian. ‘Kami mendukung usaha UN untuk mencari solusi yang baik untuk Sahara Barat ini,’ kata Christiansen.

27 juta acre blok Boujdour, diberikan pada tahun 2001, terletak di teritorial yang diperebutkan Mauritania dan Maroko di pantai samudera Atlantik di Afrika bagian utara.

Pada tahun 2004, Total SA dari Perancis, yang juga mempunyai kontrak dengan pemerintah Maroko pada tahun 2001 mengeksplorasi tepi Sahara, menarik kembali, dengan alasan ‘bisnis’.

Sebelumnya, kontraktor geofisika TGS-NOPEC juga meninggalkan asetnya di area ini. Di bawah kontrak untuk melaksanakan penelitian untuk Total and Kerr-McGee, dan dengan 85% penyelesaian survey, TGS tunduk pada tekanan grassroots pada tahun 2003.

TGS mengeluarkan pernyataan publik mengumumkan bahwa telah ‘memutuskan tidak akan menangani proyek baru di Sahara Barat jika tidak ada perubahan perkembangan politik.'(YS)

Sumber : ogj.pennnet.com