Total SA, Perancis, berencana mengeluarkan $ 1,5 milyar untuk pembangunan gas di Indonesia, dengan fokus pada lapangan offshore Sisi dan Nubi.

Total SA dari Perancis berencana mengeluarkan $ 1,5 milyar untuk pembangunan gas di Indonesia, dengan fokus pada lapangan offshore Sisi dan Nubi.

Lapangan tersebut berada di Kalimantan Timur di blok Mahakam dioperasikan oleh Total E&P Indonesie bekerja sama dengan Inpex Corp., Tokyo, secara PSC (production-sharing contract).

Ananda Idris, jurubicara Total E&P Indonesie, mengatakan Total mengharapkan Sisi dan Nubi mulai memproduksi gas tahun 2007 dengan target 500 MMscfd.

Dia mengatakan output di lapangan akan membantu perusahaan untuk menjaga pasokan ke PT Badak NGL, plant LNG di Bontang, Kalimantan Timur.

Total sekarang memproduksi sekitar 2,5 bcfd gas di Indonesia, dimana kurang dari produksi puncaknya yang sebesar 2,7 bcfd. Target tahun depan adalah melanjutkan produksi pada 2,5 bcfd, kata Ananda.

Plant Bontang sangat bergantung pada Total, yang memasok sebagian besar gas yang dibutuhkannya. Output dari lapangan yang sudah tua yang dioperasikan oleh Chevron Corp. dan Vico Indonesia dilaporkan menurun, menjadikan Total sebagai pemasok utama Bontang.

Pada bulan September, Total E&P Indonesie memperoleh tambahan kontrak EPC dari Nippon Steel Corp., untuk tiga platform offshore untuk Sisi dan Nubi. Kontrak meliputi engineering, procurement, fabrikasi, dan instalasi offshore.

Engineering dan procurement akan dilakukan di Jakarta; fabrikasi platform akan dilakukan di tempat fabrikasi Nippon Steel di Batam, Indonesia; dan instalasi offshore akan dilaksanakan oleh Nippon Steel’s Kuroshio derrick and lay barge.

Kontraktor yang lain akan mengerjakan pipa. Pengiriman platform dijadwalkan perempat kedua tahun 2007.

Sebelumnya, Total Indonesie memperoleh kontrak turnkey dengan Hyundai Heavy Industries, Korea Selatan, senilai $ 86 juta untuk perpipaan bawah laut sepanjang 55 km dari Sisi dan Nubi ke fasilitas onshore(OGJ Online, Sept. 1, 2005).

Jurubicara Ananda mengatakan Total akan membor beberapa lapangan lainnya, termasuk lapangan Peciko fase kelima dan lapangan Tunu fase ke sepuluh di Kalimantan.

Pada tanggal 28 Oktober, Presiden Indonesian, Susilo Bambang Yudhoyono, meresmikan produksi Total dari lapangan Peciko fase IV, yang diharapkan akan memproduksi gas sebanyak 1,25 bcfd.

Tempat operasi Total meliputi area seluas 2.000 ha, dengan tujuh lapangan minyak dan gas dan 500 sumur produksi di Kalimantan Timur, termasuk Handil, Bekapai, Peciko, Tambora, dan Tunu.(YS)

Sumber : ogj.pennnet.com