Select Page

‘Pasar energi akan mengalami giliran seismik (seismic shift),’ kata Christopher Flavin.

Energi yang diambil dari angin, pasang surut air laut, matahari, panas bumi, dan limbah pertanian, mulai menggantikan minyak dan bahan bakar fosil lainnya, kata kelompok penelitian pada hari Rabu lalu dalam wake-up call untuk eksekutif industri dan pegawai pemerintahan di seluruh
dunia.

‘Pasar energi akan mengalami giliran seismik (seismic shift),’ Christopher Flavin, presiden Washington, D.C.-based Worldwatch Institute, mengatakan dalam pidatonya kepada eksekutif perminyakan dan kementrian energi di Johannesburg, Afrika Selatan, bagian dari 18th World Petroleum Congress.

‘Pertanyaan untuk para eksekutif minyak adalah apakah Anda ada dalam bisnis minyak atau bisnis energi.’

5000 partisipan konferensi termasuk presiden ExxonMobil, Rex Tillerson, dan Mentri Perminyakan Saudi Arabia, Ali Al-Naimi, kata Worldwatch.

Konsumsi minyak sekitar 30% dari penggunaan energi dunia sementara sumber energi terbarukan hanya 2%. Bagaimanapun, menurut Flavin, pasar sumber energi terbarukan sedang meningkat.

Tidak seperti bahan bakar fosil, yang pasokannya terbatas, energi terbarukan –termasuk energi matahari, angin, dan tenaga panas bumi dan biofuel–dapat diambil dari sumber yang terus terbarukan.Kebanyakan energi terbarukan tidak berpolusi. Sebaliknya, ilmuwan mengatakan bahan bakar fosil yang dibakar memberi kontribusi pada pemanasan global, yang pada gilirannya meningkatkan pengaruh dan intensitas badai besar, seperti Katrina dan Rita.

Flavin berbicara di saat meningkatnya harga minyak dan permintaannya. Konsumsi minyak dunia meningkat 3,4% pada tahun 2004, kenaikan tercepat dalam 16 tahun, Worldwatch mengatakan sebelumnnya pada tahun ini dalam laporan U.N., industri, dan sumber lain.

Bagaimanapun, kelompok penelitian menambahkan, produksi minyak turun di 33 dari 48 negara produsen minyak. Hal ini meliputi 6 dari 11 anggota OPEC.

Di benua Amerika, khususnya AS, produksi minyak memuncak pada 8 juta barel perhari pada tahun 1970 dan jatuh ke 2,9 juta barel perhari tahun lalu.

Produksi biofuel, tenaga angin, dan energi matahari meningkat pada laju 20-30% pertahun, dibandingkan dengan laju pertumbuhan minyak dan gas sekitar 2%, kata Flavin.

Biaya energi terbarukan turun dengan cepat, laporan pada berita Rabu, dikutip Flavin pada konferensi. Tenaga angin dengan biaya 46 cents per kwh pada tahun 1980 tapi sekarang kurang dari 6 cents.

Sumber energi baru menarik $ 30 milyar investasi per tahun, dia menambahkan, dengan Brazil, China, Jerman, Jepang, dan California memimpin dalam pemasaran.

‘Sudah 35 juta rumah di China memperoleh air panasnya dari solar collector. Itu lebih dari sisa dunia digabungkan,’ kata Flavin kepada Reuters news agency di Johannesburg.

‘Ada prospek untuk peningkatan tenaga matahari dan angin di China, dan bukan hanya air panas untuk rumah tapi juga di industri,’ katanya menambahkan. ‘Industri milik pemerintah dan perusahaan swasta, berinvestasi dalam energi terbarukan.’

Sumber daya terbarukan sekitar 25% dari energi yang digunakan Swedia dan 45% di Norwegia. AS tertinggal di belakang, hanya 4,2% dari konsumsi energinya berasal dari energi terbarukan.

Perusahaan energi dan pemerintah meningkatkan pertumbuhannya dalam energi terbarukan, kata Flavin, dengan perusahaan seperti Royal Dutch Shell Group, BP, dan Mitsubishi.

Tambahnya, 48 negara sekarang memilki kebijakan baru dan insentif yang mendukung energi terbarukan, katanya menambahkan.(YS)

Sumber : www.countercurrents.org

Share This