Select Page

Harga minyak mentah meningkat sedikit pada hari Senin ditengah perhatian akan peningkatan heating oil untuk musim dingin dan permintaan gas alam selama musim dingin di belahan bumi utara.

Harga minyak mentah meningkat sedikit pada hari Senin ditengah perhatian akan peningkatan heating oil untuk musim dingin dan permintaan gas alam selama musim dingin di belahan bumi utara akan memberikan ketegangan pada fasilitas
minyak yang terkena badai di Teluk Mexico.

Minyak mentah (light, sweet) untuk pengiriman Desember meningkat 8 cents menjadi US$ 61.30 per barel di Asian electronic trading, New York Mercantile Exchange. Kontrak meningkat 13 cents pada hari Jumat menjadi US$ 61.22.

Heating oil turun 0.35 cents menjadi US$ 1.8400 per galon (3.8 liter) sementara gasolin turun 0.67 cents menjadi US$ 1.6175. Gas alam turun 25.6 cents menjadi US$ 12.799 per 1.000 ft3.

Fasilitas migas di teluk AS memperlihatkan sedikit peningkatan pada hari Jumat, menjadikan recovery dari back-to-back hurricanes lebih lambat dari yang diharapkan.

U.S. Minerals Management Service mengatakan pada hari Jumat, 68% dari produksi minyak harian dan 55% dari produksi gas di Teluk Mexico tetap off-line, sedikit lebih rendah dibandingkan Kamis.

Traders tetap khawatir akan musim dingin di timur laut AS – pasar heating oil dunia terbesar – lebih dingin dari yang diharapkan, mendorong harga minyak meningkat saat permintaan untuk bahan bakar distilat meningkat.

‘Energi kompleks tetap sangat sensitif terhadap cuaca dingin, yang mengesankan peningkatan harga potensial tetap terjadi, di dekat permukaan,’ kata Mike Fitzpatrick dari brokerage Fimat USA Inc.

Perhatian akan kapasitas pengilangan, dipertinggi oleh kerusakan di AS karena badai Katrina dan Rita, telah menyebabkan harga minyak di atas US$ 60 per barel.

Ken Hasegawa dari Tokyo-based brokerage firm Himawari CX memprediksikan minyak mentah dalam perdagangan berada pada rentang sempit US$ 60-62 per barel pada hari-hari mendatang karena kurangnya berita yang meyakinkan di pasaran.

‘Prakiraan cuaca dan permintaan heating oil di AS bisa menjadi faktor yang mengarahkan arah harga jangka pendek untuk minyak mentah,’ kata Hasegawa.

Dalam berita yang berhubungan dengan pasar lainnya, petinggi OPEC mengatakan pada hari Minggu cartel akan meningkatkan produksi minyak mentah sebanyak 5 juta barel per hari sampai sekitar 38 juta barel pada tahun 2010, dan meningkatkan output LNG sebesar 1,5 juta barel.

Adnan Shihab-Eldin, yang berperan sebagai sekretaris-umum OPEC juga mengatakan perusahaan minyak dengan memperoleh 3/4 keuntungan, sebaiknya menggunakan uangnya untuk meningkatkan kapasitas pengilangannya dan membantu meringankan tekanan pada harga minyak.

‘Kami percaya bahwa mereka harus berusaha menginvestasikan pada sektor downstream dalam usaha menyelesaikan krisis ini,’ disebabkan oleh permintaan yang berkembang cepat, kata Shihab-Eldin.

Sumber : www.forbes.com

Share This