Sebuah proyek eksperimental di Kanada menginjeksikan CO2 ke dalam lapangan minyak telah terbukti berhasil, membuang 5 juta ton gas rumah kaca yang memerangkap panas.

Sebuah proyek eksperimental di Kanada menginjeksikan CO2 ke dalam lapangan minyak telah terbukti berhasil, membuang 5 juta ton gas rumah kaca yang memerangkap panas, dan juga meningkatkan perolehan minyak, menurut Departemen Energi pada hari Selasa.

Jika metodologi tersebut dapat diterapkan di seluruh dunia, sekitar 1/3 – 1/2 emisi CO2 yang terbang ke atmosfer dapat dihilangkan pada abad mendatang dan nilyaran barel tambahan minyak dapar diperoleh, kata depatemen.

Proyek tersebut merupakan usaha bersama Departemen Energi, pemerintah Kanada dan industri swasta. CO2 dialirkan melalui pipa dari plant Great Plains Synfuels di Beulah, N.D., yang merupakan produk samping dari gasifikasi batubara, ke lapangan minyak Weyburn di Saskatchewan, Kanada.

‘Keberhasilan proyek Weyburn memiliki implikasi yang besar dalam menurunkan emisi CO2 dan meningkatkan produksi minyak Amerika,’ kata Sekretaris Energi Samuel Bodman.

Bodman, yang mengunjungi Timur Tengah, mengatakan dalam pernyataannya bahwa jika proses tersebut diterapkan di semua lapangan minyak di bagian barat Kanada, ‘Kami dapat memperoleh milyaran barel tambahan minyak dan penurunan emisi CO2 setara dengan menarik lebih dari 200 juta mobil pertahun dari jalan.’

Penyelesaian fase pertama proyek eksperimental memberi pegawai pemerintah dan industri indikasi bagaimana carbon sequestration dapat menurunkan resiko perubahan iklim dan sekaligus meningkatkan perolehan minyak, memperpanjang umur lapangan minyak.

CO2, yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, yang menyebabkan gas rumah kaca ketika terbang ke atmosfer dan membentuk lapisan pemerangkap panas. Beberapa ilmuwan meyakini pertumbuhan sumber gas ini akan menyebabkan pemanasan bumi jika kecenderungannya tidak dibalik.

Dalam proyek Weyburn, CO2 ketika dipompa ke reservoir minyak meningkatkan tekanan dan membawa lebih banyak minyak ke permukaan. Hal ini akan meningkatkan produksi lapangan sebanyak 10.000 barel perhari dan ‘menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi carbon sequestration yang permanen,’ menurut pernyataan DOE.

Proses tersebut mampu meningkatkan perolehan minyak sampai 60%, memperpanjang umur lapangan minyak yang tua selama beberapa dekade, dan memberikan penyimpanan yang permanen untuk CO2 dalam formasi geologis, menurut DOE.

Sekarang ketika fase pertama proyek Weyburn selesai, para peneliti membuat manual tentang penemuannya untuk industri. Mereka juga akan mengembangkan proses injeksi karbon terhadap lapangan yang berdekatan dan mencoba meningkatkan pengilangan dan efisiensi injeksi proses, menurut pernyataan DOE.(YS)

Sumber : seattlepi.nwsource.com