Select Page

Untuk memenuhi kebutuhan gas di Ankara, pipa ‘Blue Stream’ terbentang dari Rusia selatan di bawah Laut Hitam ke Durusu Metering Station.

Inaugurasi formal proyek pipa gas ‘Blue Stream’ dimulai hari Kamis di sebuah kota di utara Turki, Samsun, Laut Hitam, dilaporkan media Anatolia.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi dan Presiden Rusian, Vladimir Putin hadir dalam acara pembukaan pipa bawah laut terdalam ini.

Untuk memenuhi kebutuhan gas di Ankara, pipa ‘Blue Stream’ terbentang dari Rusia selatan di bawah Laut Hitam ke Durusu Metering Station, terminal gas alam di luar Samsun.

Panjang total pipa tersebut adalah 1213 km, dimana 376 km akan ditempatkan di bawah Laut Hitam pada kedalaman 2.100 meter.

Ribuan spesialis dari Rusia, Italia dan Turki akan ikut serta dalam konstruksi pipa yang diperkirakan akan memakan biaya $ 3,5 milyar tersebut.

Memulai proyek ‘Blue Stream’ ini merupakan suatu hal yang sangat penting, Paolo Scaroni, CEO dari Italian State Oil Company ENI, mengindikasikan bahwa gas alam yang akan dialirkan ke Turki ini juga dapat dijual ke negara lain.

Pada hari Rabu, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turki, Hilmi Guler mengemukakan rencana untuk menghubungkan pipa ‘Blue Stream’ ke pelabuhan Ceyhan, Mediterranean, untuk memfasilitasi ekspor gas alam dan minyak bumi ke negara-negara ketiga.

Turki mengimpor 1,2 milyar m3 gas alam dari Rusia pada tahun 2003 dan 3,2 milyar m3 pada tahun 2004.

Sebagaimana pada bulan Juni 2005, Turki telah mengimpor 2,1 milyar m3 gas alam dari Rusia.

Turki menandatangani kontrak dengan Rusia pada tahun 1997 untuk menerima 16 milyar m3 gas alam pertahun dari Rusia selama 25 tahun. (YS)

Sumber : english.people.com.cn

Share This