India giat memperkuat kerja sama investasinya dengan Bahrain dalam sektor minyak.

India giat memperkuat kerja sama investasinya dengan Bahrain dalam sektor minyak, seorang menteri India mengatakan kemarin.

Investasi tersebut bisa dalam area teknologi, pengilangan dan joint ventures, menurut Menteri Minyak, Gas Alam dan Panchayati Raj, Mani Shankar Aiyar.

Menteri Aiyar transit di Bahrain dalam perjalanannya ke Doha dari Riyadh, dimana beliau menghadiri International Energy Forum.

‘Saya sangat senang bertemu dengan Menteri Negara dan Minyak Nasional Bahrain, dan kepala Otoritas Gas, Dr Abdulhussain Mirza di Riyadh,’ kata Aiyar di Crowne Plaza Hotel.

‘Saya berharap akan berkunjung lagi ke Bahrain dalam waktu dekat. Walaupun Bahrain adalah negara dengan sumber hidrokarbon yang terbatas, masih banyak bidang kerjasama investasi antara kedua negara dalam sektor minyak.’

Aiyar mengundang masyarakat Bahrain untuk berinvestasi di pengilangan India, Vishakapatanam, yang sedang mengalami ekspansi untuk memenuhi pasar ekspor.

‘Peningkatan harga minyak merupakan bukti kapitalisme yang tidak rasional, dengan pasokan permintaan miyak dunia yang berlebihan,’ katanya.

‘Selama 18 bulan yang lalu ketika saya menjadi menteri, harga minyak melambung dari $ 32 menjadi $ 70 per barel.

‘Harga sekarang telah stabil pada $ 57. Tidak ada alasan untuk kenaikan harga.’

New York Mercantile Exchange dijejali rumor, kata Aiyar, yang yakin harga minyak yang spekulatif dapat dikendalikan oleh AS jika mereka telah melakukan pengukuran yang tepat.

Menteri, mengatakan dia yakin harga akan turun dalam waktu yang tidak lama lagi.’Saya tidak dapat memperkirakan kapan akan terjadi. Tapi, merupakan hukum alam apapun yang naik pasti suatu hari akan turun,’ kata Aiyar.

Sementara itu, Dr Mirza mengatakan merupakan kehormatan untuk bertemu Aiyar, yang memimpin salah satu sesi di forum Riyadh.

‘Saya terkesan oleh cara beliau memimpin sesi tersebut. Saya berpendapat beliau merupakan menteri yang sangat brilian,’ katanya.

‘Saya akan sangat senang menerima Tn Aiyar dalam kunjungannya ke Bahrain. Kami dapat menggali kemungkinan memperkuat kerja sama dalam area pengilangan, teknologi, kontrak dan joint ventures.’

Energy Forum, kata Dr Mirza, dimulai di Paris tahun 1991, tapi kemudian pusatnya dipindahkan ke Riyadh.

‘Ini merupakan forum dimana konsumen minyak mentah dan produk jadinya bertemudengan produsen,’ katanya.

‘Sementara negara-negara konsumen meminta produsen untuk memeriksa kenaikan harga minyak, negara-negara produsen meminta negara-negara industrialis untuk menurunkan pajak atas impor minyak.’

Forum membahas dampak teknologi terhadap industri minyak sebagaimana dampak minyak terhadap ekonomi global.

Dr Mirza mengatakan selama di Riyadh dia merasa terhormat bertemu dengan Petugas Pemelihara Dua Mesjid Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz dan menyampaikan salam dari pemimpin politik Bahrain.(YS)

Sumber : www.gulf-daily-news.com