Select Page

Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menyetujui konstruksi pipa dua tahap untuk mengalirkan minyak mentah yang diproduksi di timur Siberia ke Pasifik.

Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menyetujui konstruksi pipa dua tahap untuk mengalirkan minyak mentah yang diproduksi di timur Siberia ke Pasifik (OGJ, Nov. 14, 2005, Newsletter).

Perusahaan pipa negara Rusia, OAO Transneft akan membangun pipa yang menghubungkan Taishet di Irkutsk dengan Skovorodino di Amurskaya, dimana branch point akan dibangun untuk memacu ikatan dengan China.

Rusia akan menentukan apakah pipa bisa dikembangkan ke Perevoznaya, terminal ekspor yang direncanakan untuk rute Pasifik, setelah menentukan jumlah cadangan minyak di wilayah tersebut.

Perjanjian ini tampaknya mengakhiri perselisihan panjang antara Jepang dan China atas konstruksi pipa. China telah melobby Rusia untuk memperpanjang pipa hingga ke Daqing di China, sementara Jepang ingin Rusia memperpanjangnya ke Perevoznaya di pantai Pasifik.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pada 21 November dari pemerintah Rusia, Rusia dan Jepang menganggap pembangunan pipa sepanjang rute dari Siberia ke Skovorodino dan Perevoznaya menjawab minat strategis kedua belah pihak.

Fase Kedua

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Jepang mengatakan pada awal tahun 2006 dua bangsa akan membagi pengertian dalam syarat untuk perjanjian potensial pada fase kedua proyek tersebut.

Menggarisbawahi keuntungan potensial dari perjanjian jangka panjang tersebut, Putin—dalam kunjungan kenegaraan ke Tokyo—mengatakan kepada para pemimpin bisnis Jepang , ‘Konstruksi pipa minyak, dari timur Siberia ke Samudera Pasifik, membuka prospek baru.’

Putin menambahkan, ‘Kami akan mengarahkannya ke pantai Pasifik untuk membawa sumber energi ke wilayah Asia-Pasifik, termasuk Jepang.’

Para pemimpin industri Rusia juga memainkan peranan dalam perjanjian antara kedua bangsa, yang berkenaan dengan pipa minyak, juga proyek lainnya.

‘Rosneft akan memainkan peran dalam perdagangan ini,’ CEO Rosneft, Sergei Bogdanchikov mengatakan di depan forum Ekonomi Rusia-Jepang pada 21 November di Tokyo.

‘Kami berharap pada 2008, segmen pertama pipa, dengan kapasitas 30 juta ton[/tahun], akan menjadi beroperasi,’ kata Bogdanchikov. ‘Pada 2015, Rusia akan menyediakan 50 juta ton[/tahun] bahan bakar hidrokarbon untuk pasar Pasifik.’

Bogdanchikov juga menekankan peran proyek Sakhalin IV dan Sakhalin V untuk pengiriman.

OAO Gazprom Chief Executive, Alexei Miller mengatakan perusahaannya juga mempertimbangkan pipa tersebut untuk menyediakan gas untuk negara-negara di wilayah Pasifik.

Sementara itu, berhubungan dengan kunjungan Putin, Gazprom, Japanese Agency for Natural Resources and Energy (JANRE), dan Kementrian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menandatangani kerangka perjanjian pda tanggal 21 November.

Kedua pihak akan mengadakan diskusi komprehensif untuk menyusun form baru untuk pemrosesan gas dan produksi kimia di timur Rusia dan mengatur ekspor gas, minyak, bahan kimia, dan gas cair dari Rusia ke Jepang.

Kedua negara juga akan mempelajari kemungkinan membangun fasilitas produksi di Rusia dengan menggunakan teknologi Jepang dan pendanaan dari JANRE.

Kerangka perjanjian juga menyatakan kerjasama dalam proyek yang melibatkan investasi dari perusahaan Jepang dalam membangun sumber hidrokarbon di timur Rusia, seperti juga investasi Gazprom di Japan. (YS)

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This