Select Page

Rangkuman Mailing List Migas Indonesia tentang Material untuk bulan November 2005 ini membahas tentang Stud Bolt Material.

Diskusi kali ini mengenai stud bolt material. Apakah ada material untuk stud bolt yang memiliki ketahanan karat yang tinggi sekaligus juga tahan bahan kimia? Adapun stud bolt akan digunakan di flow line system yang berhubungan dengan chemical. Chemical diinjeksikan ke dalam sistem dengan flow line yang terdiri dari carbon steel dan bond strain. Dan stud bolt ada di flange yang tidak terkena aliran liquid. Sebelumnya akan menggunakan stud bolt yang dilapisi dengan zinc. Namun material yang dilapisi dengan zinc terlalu lunak untuk digunakan.

Karat dapat menyerang dengan beberapa metode (pitting, crevice, galvanic, etc). Dalam sistem pipeline bolt banyak digunakan di flens/sambungan, dimana terdapat material berbeda antar bolt dan pipanya sendiri. Bolt biasanya terbuat dari carbon steel.. yang materialnya cenderung berbeda dengan pipa (alloy steel, stainless, dsb).. Biasanya akibat perbedaan material inilah, maka material yang ‘lebih lemah’ akan dikalahkan maka terjadilah galvanic corrosion

Sekarang sudah ada teknologi baru mengenai corrosion protection, Enviropeel, yaitu teknologi pelapisan dengan menggunakan bahan thermoplastic.

Berikut adalah daftar chemical yang diinjeksikan ke dalam sistem.

  1. Chlorine (20% Concentration) ; Untuk membunuh bakteri
  2. Oxygen Scavenger TC-1000 ; Untuk menghilangkan kandungan oxygen
  3. Scale Inhibitor ST-5864 ; Untuk mencegah pembentukan scale
  4. Biocide BT-5402 ; Untuk membunuh bakteri SRB (Sulfate Reducing Bacteria )
  5. Corrotion Inhibitor CT-5704 ; Untuk mencegah pembentukan karat
  6. Poly Electrolite C – 3176 ; Untuk menggumpalkan/ mengikat partikel agar mudah tersaring

Dalam system tersebut, ada beberapa material yang digunakan untuk flange.

  1. Alloy steel digunakan untuk aliran air laut.
  2. Bond strain digunakan untuk aliran internal system (air laut sudah diproses dengan injeksi chemical)

Dengan melihat chemical yang diinjeksikan dalam sistem, sebagian besar adalah sebagai proteksi korosi berupa inhibitor baik sebagai oxygen scavenger maupun anti-scale dan anti srb.

Sebenarnya, menggunakan Carbon steel saja sudah cukup dengan adanya sistem proteksi yang berlapis lewat inhibitor yang diinjeksikan. Penggunaan pelapis Zn, akan sia-sia saja karena oxygen scavenger dan anti scale tidak akan berfungsi secara optimal, karena lapisan pasif protektif yang terbentuk akibat reaksi inhibitor adalah magnetite (Fe3O4), kecuali bila ingin menambah sistem proteksi tambahan, sebaiknya gunakan stailess steel duplex atau ferritic.

Semua chemical yang diinjeksikan tersebut digunakan untuk system water flood (mengangkat air laut lalu diproses dengan semua chemical tersebut untuk kemudian diinjeksikan kembali kedalam sumur). Semua inhibitor yang diinjeksikan, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya corrode and scale di dalam flow line yang dapat terbawa pada saat penginjeksian ke sumur-sumur injeksi.

Aktual yang ada di lapangan, semua nut berubah bentuk menjadi ‘mawar’ demikian juga stud bolt, penuh dengan lapisan karat.

Sebenarnya ada stud bolt yang didesain khusus untuk ketahanan korosi spesifik, menggunakan material SS dan biasanya lewat pemesanan khusus. Tapi bisa juga menggunakan CS yang dicoating dengan enviropeel, epoxy coaltar, chrom plating, atau lewat painting.

Share This