Select Page

Minyak tetap diatas $ 64 pada hari Senin, mendekati angka tertinggi dalam tiga bulan setelah turun pada awal tahun ini karena adanya infusi dana investor dan ketakutan akan ketidakstabilan politik di negara-negara produsen minyak.

Minyak tetap diatas $ 64 pada hari Senin, mendekati angka tertinggi dalam tiga bulan setelah turun pada awal tahun ini karena adanya infusi dana investor dan ketakutan akan ketidakstabilan politik di negara-negara produsen minyak.

Minyak jenis light crude untuk Februari turun 3 cents menjadi $ 64.18 per barrel. Pada Jumat, harga mencapai puncaknya pada $ 64.45 per barrel, angka tertinggi sejak 12 Oktober.

London Brent crude naik 3 cents menjadi $ 62.75 per barrel.

Harga minyak telah berkembang lebih dari $ 6 lebih tinggi sejak minggu lalu di tahun 2005, disebabkan oleh buying spree dalam komoditas pasar.

‘Karena US dollar mengalami penurunan sekular, investor akan melihat portfolio yang dilindungi dengan aset riil seperti minyak dan emas,’ menurut Michael Coleman, managing director dari Singapore’s Aisling Analytics.

Dollar menyentuh level terendahnya terhadap yen dalam tiga bulan pada hari Senin, dikenai harapan akan laju bunga US tidak akan naik lagi.

Kekhawatiran Geopolitik

Kurangnya kapasitas pengilangan cadangan, pertumbuhan permintaan global yang tinggi dan ketidakpastian geopolitik, juga terus terjadi, menurut analis. Harga minyak telah naik 12% dalam tiga minggu, tapi masih dibawah rekor 30 Agustus $ 70.85.

‘Keadaan kesahatan Ariel Sharon … dan kekhawatiran akan dampak ambisi nuklir Iran akan berhubungan dengan pertimbangan US akan harga minyak,’ menurut Gerard Burg, ekonom energi dan mineral dengan National Australia Bank.

Gasolin untuk bulan Februari – perdagangan pada musim dingan premium heating fuel — turun 0.56% menjadi $ 1.8054 per gallon setelah naik 1.6% pada hari Jumat, sementara heating oil menjadi $ 1.7921 per gallon.

Sumber : economictimes.indiatimes.com

Share This