Para ilmuwan di University of Liverpool bekerja sama dengan perusahaan minyak besar mempelajari lebih lanjut sifat alami reservoir migas yang terkubur di bawah laut.

Para ilmuwan di University of Liverpool bekerja sama dengan perusahaan minyak besar mempelajari lebih lanjut sifat alami reservoir migas yang terkubur di bawah laut.

Channel bawah laut kuno dalam bentuk batu di Karoo.

Professor Stephen Flint dan Dr David Hodgson, dari Department of Earth and Ocean Sciences, telah dianugerahi £ 1 juta oleh konsorsium global dari dari 11 perusahaan monyak dunia mempelajari bagaimana pasir berpindah dan tersimpan dalam channel bawah laut. Para ilmuwan akan mempelajari sistem channel kuno di area Karoo di Afrika Selatan, yang sekarang keluar permukaan laut.

Sedimen perpindahan channel bawah laut seperti pasir, lumpur dan silt dari air laut dangkal sampai laut dalam dan mengandung cadangan migas yang telah ditemukan di luar Timur Tengah. Biaya pengeboran satu sumur untuk mengekstraksi cadangan baru dalam reservoir channel miring bisa mencapai lebih dari $ 50 juta (£ 29 juta) sehingga sangat krusial bila posisi yang baik ditargetkan. Hanya channel yang berisi pasir yang bisa memproduksi minyak sehingga para ilmuwan di Universitas akan mengusahakan perkiraan channel yang mana berisi pasir, berisi lumpur, atau berisi silt, menurut analisis karakteristik dan setting sistem Karoo.

Professor Flint mengatakan: “Kami akan menggunakan pencitraan laser terbaru, pemetaan satelit, fotografi beresolusi tinggi berbasis helikopter dan pemodelan komputer 3-D di lapangan kami yang bekerja mencatat data yang diperlukan untuk memahami dan memperkirakan transfer pasir dan mekanisme penyimpanannya.”

Model komputer akan digunakan oleh perusahaan minyak untuk memandu pengembangan lapangan minyak baru di seluruh dunia, untuk meningkatkan efisiensi perolehan minyak dan membantu menjamin pasokan energi masa depan. Tim akan menggunakan data tersebuit untuk meningkatkan pemahaman mekanisme transfer pasir dari lapisan dangkal ke laut dalam, untuk memperkirakan bagaimana terjadinya longsor bawah laut dan bahan berbahaya alami terkait, seperti tsunami.

Professor Flint menambahkan : “Sangat penting bahwa cara baru dan efisien dalam meningkatkan perolehan cadangan minyak ditemukan. Berbagai faktor bisa mengganggu pasokan minyak, seperti biaya yang meningkat, perselisihan, dan bencana alam. Penelitian kami akan membantu dalam menyediakan identifikasi yang akurat akan area ketertarikan perusahaan minyak, tapi juga akan membantu kami untuk menjelaskan dan memperkirakan dengan lebih baik bagaimana sedimen diganggu ke laut dalam.”

Sumber : www.sciencedaily.com