Australia dan Timor Timur telah menandatangani perjanjian pembagian pendapatan dari lapangan migas di Laut Timor yang berpotensi memberi Timor Timur tambahan $ 4 milyar.

Australia dan Timor Timur telah menandatangani perjanjian pembagian pendapatan dari lapangan migas di Laut Timor yang berpotensi memberi Timor Timur tambahan $ 4 milyar.

Perjanjian ini juga memberikan kepemilikan selama 50 tahun kepada Australia dan Timor Timur atas batas jurisdiksi dan batas maritim di Laut Timor.

Timor Timur, bekas koloni Portugis yang bergabung dengan Indonesia pada tahun 1975, menjadi bangsa mandiri setelah pemisahan yang penuh kekerasan pada tahun 1999 hingga memanggil pasukan internasional untuk memulihkan keamanan.

Negara ini merupakan salah satu bangsa termiskin di Asia Tenggara, dan berkeinginan untuk memperoleh aliran pendapatan dari lapangan migas Laut Timor seperti reservoir Greater Sunrise.

Tapi komersialisasi lapangan tersebut telah tertunda oleh perselisihan dengan Australia akan batas wilayah dan cara pembagian pendapatan dari berbagai proyek.

Hanya 20,1% dari reservoir Greater Sunrise, contohnya, jatuh dalam area pembangunan minyak bersama yang ditentukan dalam perjanjian interim Timor Sea Treaty pada 2002. 79,9% lainnya merupakan bagian dari Laut Timor yang diklaim Australia secara jurisdiksi eksklusif.

Menlu Australia, Alexander Downer dan rekan Timor Timurnya, Jose Ramos-Horta menandatangani perjanjian di Sydney pada hari Kamis.

Downer menganggap perjanjian, yang menurutnya berdasarkan proposal Timor Timur untuk ‘solusi kreatif’ dalam pembagian pendapatan.

Menurutnya Australia telah menyetujui pembagian secara adil dengan Timor Timur untuk pendapatan upstream dari reservoir Greater Sunrise.

Sekali proyek dilanjutkan, menurutnya Timot Timur dapat memperoleh tambahan $ 4 milyar dalam pendapatan dari lapangan tersebut. Hal ini akan meningkatkan bagian Timor Timur hingga $ 10 milyar.

Lapangan lain, Bayu-Undan, yang terletak di area pembangunan bersama. Timor Timur memperoleh 90% pendapatan dari produksi dalam area tersebut, dengan nilai potensi hingga $ 15 milyar.

Sumber: edition.cnn.com