Select Page

Minyak mentah US tetap dibawah $ 64 pada hari Jumat setelah datar sehari sebelumnya, ketika pengambilan keuntungan pada sesi akhir menghapus perolehan karena perhatian akan program nuklir Iran dan penghentian produksi di Nigeria.

Minyak mentah US tetap dibawah $ 64 pada hari Jumat setelah datar sehari sebelumnya, ketika pengambilan keuntungan pada sesi akhir menghapus perolehan karena perhatian akan program nuklir Iran dan penghentian produksi di Nigeria.

Minyak mentah NYMEX turun 4 cents menjadi $ 63.90 per barrel pada 0105 GMT setelah mencapai sesi tinggi $ 65.10 per barrel pada hari Kamis, level tertinggi sejak Oktober.

Harga jatuh lagi karena para trader mengunci keuntungan hampir $ 7 sejak akhir Desember, didorong oleh influks dana investor.

Harga naik saat perhatian geo-politik baru memunculkan kehawatiran akan keamanan pasokan, walaupun mendorong tanda-tanda inventori bahan bakar lebih tinggi dan minyak mentah cadangan masih ada di US, konsumen minyak terbesar dunia.

‘Saat ini terjadi pertentangan antara fundamental produk pasokan yang baik dan pasar minyak mentah yang kuat, yang didorong oleh kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Iran, dan gangguan pasokan Nigeria,’ kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch & Associates di Galena, Illinois.

Anggota Uni Eropa Jerman, Perancis, dan Inggris pada hari Kamis menyeru Iran sebelum DK PBB setelah pembicaraan dengan Iran berlangsung.

Ketiganya telah menyarankan kemungkinan sanksi terhadap Iran, eksportir minyak mentah terbesar keempat dunia, sebelum DK PBB.

Uni Eropa dan US yakin Iran membuat bom atom dengan menyamarkan program energi atom untuk rakyat sipil. Iran menyangkal tuduhan tersebut, memaksa penelitian nuklirnya terbatas pada pembangunan cara baru pembangkitan listrik.

Sekretaris Negara US Condoleezza Rice mengatakan pada Kamis aksi militer bukan pilihan pada saat ini.

‘Presiden US tak akan mengambil pilihan keluar dari jalur dan tidak seorang pun menginginkan presiden melakukan hal itu,’ menurut Rice kepada CBS Evening News.

‘Kami berada pada jalur diplomatik dan tidak ada dalam agenda untuk keluar dari jalur diplomatik,’ Rice menambahkan.

Sementara itu dua serangan atas fasilitas Royal Dutch Shell di Nigeria, eksportir minyak mentah terbesar keenam dunia, mengurangi output negara itu sebesar 10%.

Ledakan pipa memaksa Shell untuk mengurangi 100.000 bpd pasokannya ke terminal ekspor Forcados, sementara dia menutup 120.000 bpd platform lapangan minyak offshore E.A. setelah pria bersenjata menculik empat pekerja minyak asing.

Harga produk minyak tetap dengan heating oil naik 0.22% menjadi $ 1.7150 per gallon, sementara gasolin naik 0.12% menjadi $ 1.7205 per gallon.

Sumber : today.reuters.com

Share This