Select Page

Pipa Trans Ramos milik Shell Petroleum Development Company (SPDC) di Brass Creek manifold di Bayelsa State telah dirusak oleh para pencuri minyak.

Penulis asli : Bassey Udo dan Francis Onoiribholo

Pipa Trans Ramos milik Shell Petroleum Development Company (SPDC) di Brass Creek manifold di Bayelsa State telah dirusak oleh para pencuri minyak.

Laporan yang diperoleh Daily Independent menunjukkan perusakan tersebut, empat flowstation dengan total output 106.000 barrels per hari telah ditutup oleh SPDC untuk mengantisipasi tumpahan minyak yang ditemukan sekitar manifold.

Flow station yang terkena dampak adalah Opukushi, Ogbotobo, Benisede dan Tunu, semuanya di Brass Manifold.

Dihubungi tadi malam, SPDC External Affairs Manager West, Harriman Oyofo, mengatakan tim investigasi gabungan telah dikirim ke lokasi untuk memastikan penyebab insiden, volume tumpahan minyak dan dampaknya.

Komunitas dan pemerintah terkait juga telah diberi tahu tentang insiden ini.

Hal ini terjadi hanya dua minggu setelah SPDC mengumumkan penghentian force majeure di fasilitas Rivers State.

Perusakan ini juga terdapat dalam laporan yang menyebutkan 4 staf ekspatriat diculik oleh orang tak dikenal dan disandera di dalam bejana minyak di luar Samudera Atlantik.

Penyandera ini dilaporkan tiba di lapangan East Area, dimana SPDC melakukan aktifitas produksi minyak dari bejana Sea Eagle, malam sebelumnya, membawa sandera ekspatriat.

Sementara itu, Joint Military Taskforce di Niger Delta, dengan kode Operation Restore Hope, Kamis, melakukan gerakan penyelamatan untuk kebebasan empat warga negara asing dan staf SMECO, sebuah perusahaan servis minyak ke SPDC.

Juru bicara untuk kesatuan militer, Major Said Hammed, berbicara kepada koresponden kami di Effurun, Delta State, mengatakan mereka sudah ada di daratan.

Dia juga mengatakan agen keamanan tidak disiapkan untuk menggunakan paksaan agar tidak membahayakan keselamatan para pekerja minyak.

Dia menambahkan pada Kamis malam, informasi tentang penculik masih sangat sedikit.

Para pekerja ekspatriat tersebut terdiri dari dua warga Briton, satu orang warga Amerika, dan satu warga Hungaria.

Sumber : www.independentng.com

Share This