Select Page

Royal Dutch Shell mempertimbangkan penarikan seluruh staff dari bagian barat wilayah delta Nigeria

Royal Dutch Shell mempertimbangkan penarikan seluruh staff dari bagian barat wilayah delta Nigeria disebabkan serangan militan mengancam penurunan pasokan dari eksportir minyak OPEC tersebut.

Militan bersenjata berat dari kelompok etnis Ijaw membunuh enam orang dalam serangan ke platform Shell kemarin, serangan keempat dalam lima hari, mendorong perusahaan untuk menarik 330 karyawannya dari stasiun pengaliran minyak di delta Niger.

Gerakan Militan untuk Emansipasi Delta Niger, diyakini berada dibalik penculikan empat pekerja minyak asing, mereka memiliki 5000 petarung dan bersumpah untuk melumpuhkan eksportir minyak terbesar kedelapan dunia tersebut.

Mayoritas Staff Ditarik

Kemungkinan penarikan mayoritas staff Shell akan meningkatkan tekanan pada Olusegun Obasanjo, presiden pemerintahan Nigeria, untuk mencari para militan, yang meminta kendali atas keuntungan minyak wilayah dan pelepasan dua pemimpin Ijaw.

Shell merupakan produsen minyak terbesar di Nigeria, dikenal dengan kunci harapan US dari ketergantungan akan pasokan dari volatile Gulf. Penarikan mayoritas staff rupanya akan memicu penurunan output negara tersebut, yang sudah terkena dampak serangan. ‘Saya kira (Shell) harus mengevakuasi seluruh rawa di sekitar kota Warri,’ menurut sumber industri dan keputusan akhir akan diambil hari ini.

Tak ada komentar dari Shell, yang biasanya memompa 380.000 barrel per hari dari wilayah Warri – tiga perempatnya dari rawa.

Jutaan Jiwa dalam Kemiskinan

Kekerasan atas pekerja minyak sering terjadi di Delta Niger, terhitung untuk hampir setengah dari produksi 2,4 juta barrel per hari dan diperkirakan 20 juta orang hidup miskin disekitar industri multimilyar dollar.

Ribuan serangan telah terjadi di delta sejak 2003 ketika militan Ijaw sebelum pemilihan umum nasional memaksa perusahaan utuk menutup 40% output Nigeria. Evakuasi 330 pekerja kemarin tidak berimbas pada output karena stasiun pengaliran telah ditutup setelah pemboman dekat pipa minyak mentah utama minggu lalu. Tapi akan menunda perbaikan pipa tersebut.

Perusahaan minyak multinasional mungkin mempertimbangkan untuk melakukan penarikan drastis para pekerja dari Delta Niger jika serangan terus terjadi, menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya. ‘Pada tahap tertentu kami mungkin harus menarik pekerja sampai pemerintah dapat mengatasinya,’ katanya, menambahkan produksi akan ditutup bila terjadi kasus terburuk.

Pekerja yang diculik Ditemukan

Empat pekerja minyak asing – orang Amerika, Briton, Bulgaria dan Honduras – ditemukan di lapangan minyak lepas pantai yang dioperasikan Shell Rabu lalu. ‘Yang dimiliki militan adalah fakta bahwa mereka memiliki sandera. Tanpa itu, pihak militer akan dikerahkan semua,’ menurut sumber.

Sementara Shell dan para multinasional barat lainnya meninggalkan para pekerja di bagian timur rawa delta, militan telah menunjukkan bahwa mereka bisa menyerang area itu juga. Mereka mengebom pipa ekspor utama di bagian timur delta pada 20 Desember, membunuh 11 orang dan menyebabkan kebakaran yang besar.

Diperintah oleh diktator militer sepanjang sejarahnya sejak merdeka dari Inggris tahun 1960, Nigeria kembali ke pemerintahan sipil pada tahun 1999 tapi kecurangan, kejahatan terorganisir, dan pembunuhan masih merupakan gambaran kehidupan politiknya.

Serangan terakhir di delta bertepatan dengan peningkatan tekanan politik di Nigeria secara keseluruhan, dan khususnya wilayah. Figur berkuasa dari orang-orang Obasanjo dari Partai Demokrat mendesak posisi sebelum pemilihan umum tahun 2007, dan persaingan berujung pada pertumpahan darah dalam beberapa kasus.

Sumber : www.sabcnews.com

Share This