Select Page

Minyak mentah di New York naik untuk hari kedua, mendekati $ 67 per barrel, karena perhatian akan terganggunya pengiriman dari Iran.

Penulis asli : Gavin Evans, Wellington, New Zealand

Minyak mentah di New York naik untuk hari kedua, mendekati $ 67 per barrel, karena perhatian akan terganggunya pengiriman dari Iran, yaitu hampir sebanyak 5% dari output dunia.

US, Inggris dan Perancis ingin membawa Iran sebelum DK PBB dan membawa pengukuran yang bisa termasuk sanksi akan penolakannya untuk menghentikan penelitian nuklir. Militan Nigeria mengancam serangan lanjutan ke perusahaan-perusahaan minyak, kemarin menurut Sky News, dimana output negara-negara Afrika turun 9% karena ledakan pipa dan penculikan.

‘Iran adalah ancaman utama karena ia bisa memainkan berbagai cara,’ menurut Mark Waggoner, presiden Excel Futures Inc. di Huntington Beach, California. ‘Hal ini bisa menyebabkan kenaikan hingga $ 100.’

Minyak mentah untuk pengiriman Februari naik sebanyak 60 cents, atau 0,9%, menjadi $ 66.91 pada perdagangan setelah perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak yang diperdagangkan senilai $ 66.67 pada jam 10:53 a.m. di Singapore. Harga, yang mencapai $ 70.85 pada 30 Agustus adalah 38% labih tinggi dari setahun lalu.

Kontrak melonjak $ 2.39, atau 3,7%, menjadi $ 66.31 kemarin, penutupan tertinggi sejak 29 September dan yang perolehan harian terbesar sejak 19 September, ketika badai Rita mengancam pantai Teluk Mexico.

Iran memproduksi 3,9 juta barrel minyak mentah perhari pada bulan lalu, menurut gambaran Bloomberg. Saudi Arabia, eksportir minyak terbesar dunia, memiliki kapasitas produksi cadangan 1,3 juta barrel per hari.

Nigeria

Nigeria merupakan sumber keempat terbesar impor minyak US pada bulan Oktober.

Shell’s Nigerian venture menutup lapangan EA, yang berkapasitas 115.000 barrel per hari, pada 11 Januari setelah empat pekerja minyak asing diculik dari kapal dekat lapangan. Juga kehilangan 106.000 barrel per hari karena ledakan tangga 11 Januari pada pipa di area Brass creek di delta sungai Niger.

‘Ancaman mengingatkan kita akan betapa ketatnya keseimbangan permintaan-penawaran,’ kata John Kilduff, wakil presiden manajemen resiko di Fimat USA, New York. ‘Ancaman ini tidak dapat ditangani; kapasitas cadangan tidak cukup, sehingga harga bergerak naik dan akan terus begitu.’

Permintaan minyak dunia akan mempercepat selama 2006 karena konsumsi China dan US, menurut International Energy Agency. Permintaan akan meningkat 2,2% menjadi 85,1 juta barrel per hari, setelah mencapai 1,3% tahun lalu, menurut the agency, penasehat untuk 26 negara konsumen, dalam laporan bulan lalu.

Resiko Sanksi

‘Partisipan pasar khawatir jika DK PBB mengancam atau memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada Iran, negara itu bisa membalas dengan menahan 2,6 juta barrel per hari ekspornya,’ menurut Eric Chaney, kepala ekonom Eropa Morgan Stanley yang berbasis di London, yang disampaikan melalui catatan yang ditulis oleh Richard Berner, kepala ekonom bank US. ‘Ketatnya pasar energi hari ini sangat rapuh akan kejutan permintaan dan penawaran.’

Harga minyak lebih dari dua kali lipatnya pada tahun 1979 setelah revolusi di Iran menghentikan ekspor miyak. Pada tahun 1981 pengilangan US membayar rata-rata $ 35.24 per barrel, menurut gambaran Departemen Energi, atau $ 75.44 disesuaikan dengan harga dollar tahun 2005.

Lonjakan harga kemarin disebabkan aliran dana investasi ke berbagai komoditas, menurut Waggoner. Resiko Iran menyebabkan pasar bergejolak dan pad gilirannya akan mendorong lebih banyak dana untuk minyak, katanya.

Komoditas

Komoditas memiliki pengembalian yang lebih baik daripada alat keuangan lainnya salam beberapa tahun ini, menarik dana dan spekulator besar lain. Reuters Jefferies CRB Index, yang melacak komoditas, 21% lebih tinggi daripada setahun lalu dan mencapai rekor 342,45 kemarin.

Heating oil dan gasolin mengikuti miyak mentah, menjadi lebih tinggi hari ini. Heating oil untuk pengiriman Februari $ 1.796 per gallon pada perdagangan after-hours, naik 7.65 cents, atau 4.5%, kemarin, pencapaian terbesar sejak 254 Oktober.

Gasolin untuk pengiriman Februari $ 1.8310 per gallon, setelah turun 9.22 cents, atau 5,3%, menjadi $ 1.8233 kemarin, penutupan tertinggi sejak 12 Oktober.

US memiliki 133,7 juta barrel distilat, termasuk heating oil dan diesel, pada akhir minggu 6 Januari, atau 6,6% lebih tinggi daripada setahun sebelumnya, menurut Departemen Energi pada 11 Januari. Pasokan mencapai 2,35 juta barrels minggu lalu, menurut perkiraan median dari Bloomberg News survey dari 10 analysts.

Pasokan gasolin, 4,1% lebih rendah dari setahun sebelumnya pada 208,8 juta barrel, mencapai 1,78 juta barrel, berdasarkan survey. Pasokan minyak mentah, hingga 11% dari setahun lalu pada 318,7 juta barrel, jatuh 100.000 barrel.

Sumber : www.bloomberg.com

Share This