Terminal LNG di Hazira milik Royal Dutch Shell PLC telah kehilangan satu-satunya pelaggan, Gujarat State Petroleum Corp. (GSPC), tapi perusahaan ini mengatakan bahwa fasilitasnya masih beroperasi penuh.

Penulis asli : Shirish Nadkarni

Terminal LNG di Hazira milik Royal Dutch Shell PLC telah kehilangan satu-satunya pelaggan, Gujarat State Petroleum Corp. (GSPC), tapi perusahaan ini mengatakan bahwa fasilitasnya masih ‘beroperasi penuh.’

Kepala Shell India, Vikram Singh Mehta mengatakan, ‘Shell telah memenuhi persyaratan kontrak dengan GSPC, dan kontrak telah diselesaikan. Kami sedang dalam diskusi dengan sejumlah pelanggan potensial untuk pasokan gas jangka pendek, medium, dan panjang.’

Mehta menegaskan bahwa terminal telah menerima pengiriman LNG terakhirnya pada bulan Oktober 2005 dan port’s tugs telah ‘disebarkan sementara.’ Katanya terminal LNG ‘bisa menerima kiriman LNG bila dibutuhkan.’

Ditanya mengapa Shell tidak bisa mencari pelanggan lain sejak pembukaan terminal 9 bulan lalu, Mehta menyebutkan ‘proses pengambilan keputusan yang lambat’ dari konsumen India.

‘LNG terus dijual dengan discount menjadi bahan bakar cair yang masih digunakan oleh konsumen tertentu,’ katanya.

Sementara harga gas Shell melewati harga gas domestik, Mehta mengatakan, ‘Kami pikir ini adalah fenomena sementara dan konsumen India segera akan mampu membayar dengan harga internasional.’

Harga LNG melebihi $ 12/MMbtu tahun lalu, sementara harga gas domestik yang dikendalikan pemerintah India adalah $ 3.30-4.85/MMbtu.

Mehta mengatakan harga administrasi telah menyebabkan kekurangan gas India. ‘Kami mencoba meyakinkan pelanggan prospektif kami bahwa gas alam bukan hanya lebih murah daripada bahan bakar cair, tapi sangat berlimpah dan ramah lingkungan,’ katanya.

Hindustan Petroleum Corp. telah melakukan akuisisi saham di Shell’s Hazira venture. Mehta menegaskan bahwa Shell akan tetap menjadi operator dan tidak berniat untuk menjual terminal.

Sumber : ogj.pennnet.com