Select Page

Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, pada hari Kamis mengatakan bahwa negaranya harus mengakhiri ketergantungan akan energi dari Rusia.

Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, pada hari Kamis mengatakan bahwa negaranya harus mengakhiri ketergantungan akan energi dari Rusia.

‘Disamping masalah ekonomi dan politik, hubungan dengan Rusia harus diatur, tapi pada saat yang sama, Georgia harus tak bergantung pada Rusia dalam masalah energi,’ menurut Saakashvili.

Menurutnya kemandirian Georgia dalam hal energi sangat penting bagi kepentingan seluruh bangsa.

‘Kemandirian energi Georgia merupakan faktoe kunci bagi kemandirian negara,’ katanya. ‘Sistem energi yang kuat akan mempercepat sektor ekonomi dan menciptakan banyak lapangan kerja.’

Georgia perlu mencari sumber energi alternatif untuk gas alam karena hanya 25% kebutuhan negeri itu yang bisa terpenuhi dari cadangan gas Georgia, katanya.

‘Dana yang besar akan perlu diinvestasikan dan dana ini harus diperoleh,’ kata Saakashvili.

Georgia telah mencapai perjanjian dalam pembelian gas Rusia dengan harga $ 120 per 1.000 m3, katanya, tapi tidak dijelaskan apakah gas akan datang dari Iran atau Kazakhstan.

‘Georgia sekarang siap untuk membeli alternatif bagi gas Rusia. Memang sedikit lebih mahal daripada gas Rusia, sekitar $ 10, tapi kita sekarang memiliki jaminan jika terjadi masalah pada pasokan,’ katanya.

Pembicaraan sedang dilakukan dengan negara-negara Asia Tengah dan Ukraina untuk kerja sama ekonomi, katanya.

‘Pada bulan Maret di Tbilisi dijadwalkan pertemuan antar menteri energi dari negara-negara dalam wilayah itu, begitupun negara-negara Eropa, yang akan difokuskan pada peran Georgia sebagai tempat transit,’ katanya.

Saakashvili mengatakan, beliau dan Presiden Ukraina, Viktor Yushchenko sedang mempersiapkan strategi kerja sama akan masalah transportasi energi Asia via Georgia dan Ukraina ke Eropa.

Sumber : en.rian.ru

Share This