Select Page

Pasokan gas alam dari Rusia ke Georgia dan Armenia terganggu untuk tanggal 22 Januari ketika ledakan di Ossetia Utara merusak pipa utama Caucasus Utara-Caucasus Selatan (NC-SC) dan pipa Mozdok-Tbilisi (M-T).

Penulis asli : Eric Watkins

Pasokan gas alam dari Rusia ke Georgia dan Armenia terganggu untuk tanggal 22 Januari ketika ledakan di Ossetia Utara merusak pipa utama Caucasus Utara-Caucasus Selatan (NC-SC) dan pipa Mozdok-Tbilisi (M-T).

Jalur NC-SC sepanjang 1.200 km diharapkan akan beroperasi lagi dalam 3 hari, sementara pipa M-T sepanjang 700 km selama 4 minggu.

Presiden Georgia, Mikhail Saakashvili meminta Rusia untuk bertanggung jawab atas terhentinya pasokan, dia mengatakan tampaknya dirancang untuk memberi tekanan politik dan ekonomi atas Georgia. ‘Kami pikir ini bukanlah kecelakaan,’ menurut Saakashvili. ‘Tempat kejadian, lingkungannya, sejarahnya-semuanya seperti sebuah keputusan kebijakan.’

Saakashvili mengatakan gangguan pasokan gas terjadi karena Rusia berusaha menekan Georgia agar menjual jaringan pipa gasnya.

Sejak 2003, wilayah Caucasia memang pro-Barat, termasuk keputusannya untuk ikut serta dalam pipa minyak Baku-Tblisi-Ceyhan, proyek yang tidak disukai pemerintah Rusia.

Kementrian luar negeri Rusia menanggapi ucapan Saakashvili sebagai ‘histeris dan membingungkan.’

Pejabat Rusia awalnya mengatakan ledakan tampak seperti kecelakaan tapi selanjutnya mengumumkan dimulainya investigasi kriminal dan ledakan tersebut adalah aksi sabotase yang dilakukan oleh pengacau di wilayah tersebut yang menggunakan makeshift bombs.

Sementara itu, pejabat OAO Gazprom mengatakan Rusia akan mengirim pasokan gas ekstra melalui pipa lain yang berbatasan dengan Azerbaijan untuk pengiriman selanjutnya ke Georgia dimana pemerintah memprioritaskan pasokan darurat untuk rumah sakit, toko kue, pemukiman, dan industri.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This