Select Page

Para pemimpin Amerika Selatan telah mengumumkan rencana untuk membangun pipa gas alam raksasa melalui hutan hujan Amazon, menarik perhatian para ahli lingkungan.

Penulis asli : Michael Astor

Para pemimpin Amerika Selatan telah mengumumkan rencana untuk membangun pipa gas alam raksasa melalui hutan hujan Amazon, menarik perhatian para ahli lingkungan.

Proyek senilai £ 11 milyar ini, masih dalam tahap rencana awal, akan membantu memenuhi permintaan gas regional yang meningkat dan mambantu Amerika Selatan mengurangi ketergantungannya akan sumber dari luar.

Para ahli lingkungan, mengatakan hal ini bisa merusak sebagian dari Amazon – hutan rimba terluas di dunia – dengan mencemari jalur air, menghancurkan pepohonan dan membuat jalan yang bisa digunakan oleh untuk membuka ranch dan penebangan kayu.

‘Ada beberapa aspek proyek yang mengkhawatirkan,’ menurut Roberto Smeraldi dari Friends of the Earth Brazil.

Hugo Chavez, presiden Venezuela, mengatakan pipa ini merupakan kunci akan usahanya untuk menurunkan ketergantungan akan US dan tekanannya akan kebijakan pasar bebas, yang dikenal sebagai Washington Consensus.

Hal ini merupakan ‘awal dari konsensus Amerika Selatan’, menurut Chavez. ‘Pipa ini sangat vital bagi kita.’

Presiden Venezuela, Argentina dan Brazil bertemu di ibukota Brazil dan berjanji untuk mempersiapkan studi mendalam akan pipa sepanjang 6200-mil yang terbentang dari Venezuela hingga Argentina, pada pertengahan tahun ini.

Smeraldi mengatakan rencana kerja yang singkat tampak tidak bisa dilakukan.

‘Sebuah pemerintahan seperti Brazil tidak dapat melakukan studi yang sama untuk proyek yang meliputi 500 km setelah 10 tahun diskusi, dan sekarang akan melakukan studi mendalam untuk proyek 10.000-km dalam enam bulan?’ dia bertanya dengan ragu.

Dia yakin pipa ini secara teoritis dapat dibangun dengan dampak lingkungan yang minimal, tapi biaya akan menjadi kendala.

Chavez telah mengatakan ia menginginkan perusahaan minyak negara untuk membangun pipa bawah laut, dan para pemimpin tersebut telah menyetujui akan bertemu di Argentina pada bulan Maret untuk mengkaji rencana yang sedang disiapkan oleh perusahaan minyak. Menurutnya Venezuela dan Bolivia memiliki ‘gas untuk 200 tahun’ dan dapat memasok bahan bakar ke Brazil dan Argentina.

Chavez memperkirakan pipa ini akan menelan biaya hingga £ 13.8 milyar, tapi Smeraldi mengatakan peringatan yang keras bahwa hukum lingkungan Brazil akan membuat biaya menjadi berganda.

Glenn Switkes, dari International Rivers Network, mengatakan jika pipa tersebut dibangun akan tak terelakkan lagi merupakan pelanggaran lingkungan. ‘Ada banyak masalah yang terlibat: konstruksi langsung, pertanyaan tentang drainase, semua jalan yang perlu dibangun,’ katanya.

Jalan akan sangat merusak hutan hujan, walaupun memberikan akses yang mudah ke area yang sebelumnya terpencil. Para ahli lingkungan memperkirakan bahwa tiap jalan yang memotong hutan hujan menyebabkan kerusakan hutan 30 mil dalam beberapa tahun.

‘Mereka selalu mengatakan hanya akan membangun pipa dan bukan jalan, tapi kenyataannya tidak begitu,’ kata Switkes. ‘Lalu mereka mengatakan pipa akan mengitari area ekologi, tapi tidak pernah dilakukan karena akan terlalu mahal.’

Analis juga mempertanyakan kebijaksanaan ekonomi rencana tersebut, khususnya setelah perusahaan minyak negara Brazil mengumumkan akan menginvestasikan £ 10 milyar untuk membangun lapangan gas alam.

‘Baik Brazil maupun Argentina mempunyai lapangan gas yang cukup besar untuk memenuhi permintaan domestiknya. Saya tidak mengerti mengapa mereka ingin melaksanakan proyek yang sangat mahal ini, dengan uang yang tidak mereka miliki, tidak menyebut biaya lingkungan,’ kata Norman Gall, Direktur Eksekutif Fernand Braudel Institute of World Economy.

Rencana tersebut juga tampaknya mengalami konflik dengan proyek pipa lain yang diajukan untuk wilayah itu. ‘Jika pemerintah terus melanjutkan proyek pipa ini, mereka tidak akan memiliki uang untuk investasi lainnya,’ kata Smeraldi.

Sumber : www.theherald.co.uk

Share This