Rusia melanjutkan pengiriman gas alam ke Georgia pada hari Minggu setelah menyelesaikan perbaikan pipa utama yang rusak karena ledakan misterius seminggu sebelumnya.

Rusia melanjutkan pengiriman gas alam ke Georgia pada hari Minggu setelah menyelesaikan perbaikan pipa utama yang rusak karena ledakan misterius seminggu sebelumnya.

Georgia mengklaim Rusia melakukan blokade energi setelah terjadi dua ledakan pada tanggal 22 Januari pada pipa utama yang mengalirkan gas Rusia ke Georgia. Ledakan tersebut menyebabkan jutaan warga Georgia diam di rumah karena temperatur yang dingin.

PM Zurab Nogaideli pada hari Minggu mengatakan gas Rusia telah mulai mengalir ke Georgia dan bangunan apartemen pertama di ibukota Tbilisi akan mulai memperoleh pasokan lagi.

‘Saat keadaan mulai jelas bahwa Georgia tidak dapat dipaksa untuk berlutut, perbaikan pipa gas North Ossetia selesai. Perbaikan ini memakan waktu yang lama,’ katanya saat mengomentari siaran televisi Georgia.

Di Moscow, Menteri Luar Negeri mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu menuduh Tbilisi menutup aliran gas ke bangunan Kedutaan Rusia dengan alasan membalas.

Pemerintah Tbilisi yang telah memaksa penghentian gas juga berpengaruh pada pos diplomatik lainnya, seperti Kedubes US, yang berlokasi di distrik yang sama. Tapi Menteri Luar Negeri Rusia mengklaim gedung yang berdekatan tidak mengalami masalah dalam pengiriman gas.

Krisis energi minggu ini, merupakan yang terburuk di negara miskin dalam beberapa tahun, memancing klaim bahwa Moscow menyerang kembali Georgia karena sikapnya yang pro-Barat.

Krisis gas dan listrik memaksa warga Georgia untuk antri kerosin dan kayu bakar untuk menghangatkan rumah mereka di tengah turunnya salju dan temperatur 18 derajat.

Dalam tawaran untuk mencari sumber energi alternatif, pejabat Georgia mengumumkan perjanjian dengan Iran pada hari Jumat untuk memasok gas melalui Azerbaijan.

Menteri Energi Georgia mengatakan pengiriman Iran harus segera dimulai dalam beberapa hari dan memenuhi 80-90% kebutuhan energi.

Armenia, sekutu Rusia, memperoleh gas dari Rusia melalui Georgia dan juga menderita akibat terhentinya pengiriman. Tapi tetap memastikan pengguna domestik memperoleh pasokan dengan membuka cadangan.

Sumber : www.heraldnewsdaily.com