Select Page

Plant LNG Darwin milik ConocoPhillips di Wickham Point, Australia, pada 2 Februari mengisi kargo pertamanya dari lapangan gas Bayu-Undan di Laut Timor ke pembawa LNG Jepang, Kotowaka Maru.

Penulis asli : Rick Wilkinson

Plant LNG Darwin milik ConocoPhillips di Wickham Point, Australia, pada 2 Februari mengisi kargo pertamanya dari lapangan gas Bayu-Undan di Laut Timor ke pembawa LNG Jepang, Kotowaka Maru.

Rencana untuk pengiriman tiga kargo spot kolektif LNG ke Tokyo Electric dan Tokyo Gas sebelum dimulainya kontrak penjualan. TE dan TG bersama-sama akan membeli 3 juta ton/tahun selama 17 tahun. Untuk memenuhi kontrak ini, sebuah pembawa LNG akan datang di Wickham Point tiap 7-10 hari.

Plant pencairan (liquefaction plant) dengan kapasitas 3,4 juta ton/tahun senilai $ 2 milyar (Aus.), diselesaikan akhir tahun lalu, tapi tidak diharapkan untuk memulai kontrak pejualan hingga 1 Maret.

ConocoPhillips memiliki persetujuan untuk memproduksi sebanyak 10 juta ton/tahun dan sedang mencari pasokan dan pasar gas tambahan untuk menyesuaikan train LNG yang ke-2 dan mungkin ke-3.

Rekanan di proyek LNG ini adalah ConocoPhillips 56.7%, ENI Australia 12.1%, Santos Ltd. 10.6%, Tokyo Timor Sea Resources—a joint venture dari pembeli Tokyo Electric dan Tokyo Gas—10.1%, dan Inpex 10.5%.

Sumber : ogj.pennnet.com

Share This