Rangkuman mailing list Migas Indonesia bulan November 2005 tentang mechanical kali ini membahas tentang allignment untuk rotary equipment.

Rangkuman mailing list migas kali ini membahas tentang allingment rotary equipment dan peralatan lainnya. Bagaimana sebenarnya allingment secara teoritis dan apa saja dampaknya jika tidak dilakukan dengan benar?

Proses allignment dilakukan biasanya pada coupling untuk mengurangi terjadinya getaran pada mesin tersebut. Poros mesin dikatakan allign apabila titik pusat antara dua poros yang dihubungkan paralel dan concentric. Jika pada coupling terjadi misallignment, maka akan mempercepat terjadinya kerusakan baik pada coupling maupun pada bearing. Misalignment juga mengakibatkan terjadinya getaran dalam arah axial dan radial.

Selain itu, misallignment bisa juga mengakibatkan meningkatnya pemakaian energi listrik. Angular misalignmet akan menghasilkan vibrasi dalam arah aksial sedangkan paralel misallignment akan menghasilkan vibrasi dalam arah radial. Berdasarkan penelitian, 33% penyebab kerusakan bearing disebabkan oleh misallignment.

Selain itu, allignment juga dilakukan pada pulley motor. Allignment dengan menggunakan metode surface to surface dan groove to groove.

Biasanya alat yang digunakan untuk melakukan allignment adalah dial indicator dan laser shaft allignment, laser belt alignment. Tetapi dengan menggunakan laser allignmet tingkat keakuratannya lebih bagus.

Tingkat besarnya misallignment dapat ditentukan dengan besarnya tingkat getaran yang terjadi pada mesin tersebut.

Kalkulasi tentang alignment : sepertinya lebih cenderung ke teknis pelaksanaannya pada saat pemakaian dial indicator, untuk menentukan bagian mana yang harus di-adjust dan berapa ukuran seam yang digunakan.

Untuk menghitung besar pergeseran yang diperlukan pada berbagai metode allignment 2 mesin dapat dilihat di buku Heinz P Bloch & Fred K Geitner, Machinery Component Maintenance & Repair. Perhitungannya cukup panjang untuk diutarakan di sini. Selain metodanya bermacam-macam (face & rim, reverse indicator, face-face distance dan variasinya spt face & rim 3 indicator dsb), cara perhitungannya tergantung apakan mau menggunakan cara analisis, rumus, atau grafis.

Melakukan allignment dengan menggunakan dial indicator, biasanya menggunakan laser shaft alignment. Dengan menggunakan laser shaft alignment kita dapat mengetahui langsung seberapa besar misallignment yang terjadi yang ditunjukkan pada layar (display) yang terdapat pada alat tersebut. Alat tersebut dapat menunjukkan bagian mana yang harus diadjust (bagian depan atau bagian belakang movable machine) dan berapa besar ukuran seam bar yang harus digunakan.

Dial gauge bisa dipakai waktu alignment gear, celah (backlash) dari pertautan antar giginya bisa dicek dengan dial gauge.

Alligment 2 mesin memang dapat dilakukan dengan dial maupun dengan laser. Dengan laser (misal Optalign atau Rotalign buatan Prufteknik) memang jauh lebih mudah karena alat ukur telah disatukan dengan kalkulator dan displai. Rotalign bahkan mampu menggambarkan kedudukan dua mesin secara online (gambar berubah ketika salah satu baut dikencangkan atau dikendorkan, tidak seperti Optalign yang gambarnya diupdate setelah kita ‘Enter’).

Karena alat ukur, kalkukator, dan display telah disatukan maka perhitungan tidak perlu dilakukan oleh operator, sehingga operator tinggal ‘mengikuti prosedur saja’ dan beres. Lain halnya dengan alignment dengan dial dimana operator harus melakukan menghitung atau membuat grafik untuk menentukan besar pergeseran kaki yang diperlukan.

Walaupun mudah, Laser alignment memiliki beberapa kelemahan diantaranya:

  1. Harganya jauh lebih mahal (dibanding dial)
  2. Hanya dapat digunakan bila kedua sumbu poros dapat diputar. Bila tidak, maka diperlukan adapter yang dapat mengurangi ketelitian pengukurannya.
  3. Ketelitiannya ‘mubazir’ karena jauh lebih tinggi dari ketelitian pergeseran yang dapat kita capai.

Dampak jika terjadi misalignmnet :

  1. Distorsi pada poros
  2. Konsumsi power meningkat
  3. Mengurangi umur bearing
  4. Seal failure
  5. Unplanned shut down

Alignment pada dasarnya membuat 2 buah poros (yang dihubungkan dengan kopling) menjadi lurus pada kondisi operasinya (pada beban, load, temperaturnya). Ada kalanya pada saat alignment ada kompensasi thermal growth. Metodenya bermacam-macam seperti dijelaskan Pak Zainal. Standard allignment banyak referensinya. Beberapa referensi tentang Alignment :

  1. The Shaft Alignment Handbook, karangan John Pitrowski (www.turvac.com). Bukunya sangat lengakap membahas ttg alignment, formula utk face rim, reverse dial indiator method, grafis dll.
    1. CHAPTER 1 – THE IMPORTANCE OF PROPER SHAFT ALIGNMENT
    2. CHAPTER 2 – THE HISTORY OF MACHINERY ALIGNMENT
    3. CHAPTER 3 – FOUNDATIONS, BASEPLATES, MACHINE CASINGS, AND PIPING STRAIN
    4. CHAPTER 4 – FLEXIBLE AND RIGID COUPLINGS
    5. CHAPTER 5 – DEFINING MISALIGNMENT – ALIGNMENT AND COUPLING TOLERANCES
    6. CHAPTER 7 – SHAFT ALIGNMENT TECHNIQUES AND MEASURING TOOLS
    7. CHAPTER 8 – GRAPHING / MODELING TECHNIQUES TO DETERMINE PROPER MACHINERY MOVES
    8. CHAPTER 9 – MEASURING AND COMPENSATING FOR OFF-LINE TO RUNNING
      MACHINERY MOVEMENT

    9. CHAPTER 10 – ALIGNING V-BELT DRIVES
    10. CHAPTER 11 – POSITIONING MACHINERY
    11. CHAPTER 12 – ALIGNING MULTIPLE ELEMENT DRIVE TRAINS AND RIGHT ANGLE DRIVES
    12. CHAPTER 13 – ALIGNMENT CONSIDERATIONS FOR SPECIFIC TYPES OF MACHINERY
    13. CHAPTER 14 – FINDING MISALIGNMENT ON OPERATING ROTATING MACHINERY
  2. IlearnAlignment Software,
    http://www.ilearninteractive.com/mobius_products_align.html Interactive software, banyak animasi tentang misalignment, soft foot, dll.