Statoil ASA telah memberikan kontrak pipa dan menandatangani letter of intent untuk pasokan sistem bawah laut untuk pembangunan lapangan migas Tyrihans di laut Norwegia.

Statoil ASA telah memberikan kontrak pipa dan menandatangani letter of intent untuk pasokan sistem bawah laut untuk pembangunan lapangan migas Tyrihans di laut Norwegia.

Kontrak senilai 550 juta kroner ($ 82.5 juta) diberikan pada Stolt Offshore SA untuk dua pipa sepanjang 45 km antara Tyrihans dan platform Kristin, yang akan menangani pemrosesannya.

Satu pipa akan membawa aliran sumur, dan yang lainnya akan membawa gas dari platform Aasgard B dekat Kristin sebagai injeksi untuk menjaga tekanan.

Kedua pipa tersebut akan dipasang selama 5 bulan, mulai bulan Mei 2007.

Pipa untuk aliran sumur terdiri dari pipa karbon untuk lapisan luar dan pipa stainless steel untuk bagian dalam. Pipa untuk injeksi gas akan terbuat dari carbon steel. Operasi pemasangan akan memerlukan pengelasan pipa dan instalasi paralel kabel untuk pemanasan listrik secara langsung dan proteksi mekanik.

Tyrihans, dengan cadangan 182 juta bbl kondensat minyak dan 34.8 milyar m3 gas, dijadwalkan akan on stream dalam bulan Juli 2009.

Pembuatan intent untuk sistem bawah laut dilakukan dengan FMC Kongsberg. Bernilai sekitar 1,5 milyar kroner, perjanjian tersebut meliputi asistensi dan pemeliharaan fasilitas selama instalasi dan operasi.

Statoil meminta FMC Kongsberg untuk mengirimkan 13 subsea trees dan 5 template structures with manifolds. Hal ini meliputi sistem kendali produksi dan umbilical dan sistem workover untuk intervensi sumur.

Pembangunan meliputi 4 struktur bawah laut untuk produksi dan injeksi gas dan sebuah template untuk injeksi air laut.

Partisipan di lapangan ini adalah Statoil, 46.8%; Total SA, 26.51%; Norsk Hydro AS, 12%; Eni SPA, 7.9%; dan ExxonMobil Corp., 6.75%.

Sumber : ogj.pennnet.com