Perusahaan milik negara Chinese Petroleum Corp (CPC) akan berinvestasi dalam pengilangan India, karena pemerintah melarangnya berinvestasi di China.

Perusahaan milik negara Chinese Petroleum Corp (CPC) akan berinvestasi dalam pengilangan India, karena pemerintah melarangnya berinvestasi di China.

Nagarjuna Oil Corp, anak perusahaan Nagarjuna Fertilizers and Chemicals Ltd, menawarkan untuk menjual 26% sahamnya pada Chinese Petroleum, menurut Quentin Yao, direktur divisi bisnis joint venture Chinese Petroleum.

‘Kami perlu menargetkan pasar global, khususnya negara-negara dengan populasi besar,’ katanya kemarin.

Chinese Petroleum bermaksud berekspansi ke luar negeri karena kompetisinya dengan Formosa Petrochemical Corp dan kendali pemerintah membatasi ruang gerak pengilangan untuk menaikkan harga bahan bakar.

Minyak mentah di New York 46% lebih tinggi daripada setahun lalu, sekitar enam kali peningkatan harga gasolin domestik Chinese Petroleum.

India, dengan populasi 1,1 milyar, merupakan bangsa terpadat kedua di dunia setelah China, dengan jumlah penduduk 1.3 milyar jiwa.

Chinese Petroleum sedang menilai tawaran Nagarjuna Oil, yang mungkin akan jadi investasi pertamanya dalam bidang pengilangan di luar negeri, kata Yao.

Chinese Petroleum akan mengalokasikan dana untuk proyek dalam tahun 2008 jika disetujui oleh kabinet dan parlemen, katanya.

Pemerintah akan mendorong manufacturer lokal untuk berinvestasi di India untuk menurunkan tekanan akan China, menurut laporan Liberty Times kemarin, menyebut Menteri Hubungan Ekonomi, Hwang Ing-san.

Sumber : www.taipeitimes.com