Select Page

Gross domestic product (GDP) Qatar mencapai laju pertumbuhan yang luar biasa, menempatkan Qatar diantara negara-negara yang pertumbuhan ekonominya pesat di dunia, menurut Deputi Premier Kedua dan Menteri Energi dan Industri, H E Abdullah bin Hamad Al Attiyah.

Gross domestic product (GDP) Qatar mencapai laju pertumbuhan yang luar biasa, 20% lebihnya dari tahun sebelumnya, menempatkan Qatar diantara negara-negara yang pertumbuhan ekonominya pesat di dunia, menurut Deputi Premier Kedua dan Menteri Energi dan Industri, H E Abdullah bin Hamad Al Attiyah.

Dia menghubungkan pertumbuhan yang pesat dengan banyaknya proyek yang sedang dilakukan di sektor energi, menunjukkan bahwa Qatar akan mencapai target level produksi satu juta barrel minyak perhari dalam tiga atau empat tahun mendatang dengan investasi lebih dari $ 5 milyar dan mencapai produksi tahunan sekitar 77 juta ton Liquefied Natural Gas (LNG) pada tahun 2012 dan menjadi eksportir LNG terbesar dunia.

Al Attiyah berbicara dalam pembukaan 4th Major Energy Projects Opportunities di Qatar Conference yang diselenggarakan oleh majalah bisnis mingguan Middle East Economic Digest (MEED) kemarin.

Katanya dalam satu setengah dekade terakhir, Qatar telah memasuki berbagai hubungan joint venture dan perjanjian production sharing dalam sektor migas, menambahkan bahwa tujuannya adalah menggunakan sumber ini dengan bijak dan mendiversifikasi sumber pendapatan.

‘Karena kami melaksanakan dan mengejar proyek baru dalam sektor energi, kesempatan tersedia bagi lebih banyak kerja sama dan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dalam semua segmen bisnis energi’, katanya.

Menurutnya melalui perjanjian joint venture dengan banyak perusahaan energi internasional, Qatar membangun train LNG terbesar di dunia di Ras Laffan.

Dengan menggunakan teknologi mutakhir dan mengambil keuntungan skala ekonomi, Qatar terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi dan transportasi dengan tanker yang membawa LNG ke negara lain, katanya.

Dalam hal produksi Gas-to-Liquids (GTL), Al Attiyah mengatakan Qatar akan segera melewati negara lain dan sejumlah perjanjian telah ditandatangani yang memungkinkan produksi lebih dari setengah juta barrels produk GTL dalam beberapa tahun mendatang.

Selain LNG dan GTL, lapangan Utara sedang digunakan untuk memasok gas melalui pipa langsug ke pelanggan di rumah dan luar negeri. Pelanggan domestik Qatar meliputi banyak proyek baru dana sudah ada, seperti Independent Power Producer (IPP) di Ras Laffan begitu pula produsen kimia dan petrokimia di Messaieed.

Sementara itu, melalui proyek Dolphin, Qatar akan mengekspor 2 milyar kaki kubik gas perhari ke UAE (Uni Emirat Arab) sebelum akhir tahun ini. ‘Harapan kami adalah mengekspor gas dengan pipa ke negara-negara tetangga dan akhirnya menghubungkannya dengan jaringan gas luas GCC di masa datang’, menurut Al Attiyah.

Dia menambahkan bahwa ada kesempatan untuk semuanya, seperti perusahaan-perusahaan minyak internasional, perusahaan pelayanan (service companies), perusahaan engineering dan konsultan, desainer dan manufacturer untuk ikut serta dalam proyek besar ini. Bagaimanapun, keuntungan akan datang untuk perusahaan-perusahaan itu yang merupakan leading edge of technology, bagus secara finansial dan mempunyai keahlian dan teknik yang baik.

Sumber : www.thepeninsulaqatar.com

Share This