Harga minyak menyentuh angka terendah dalam sebulan dibawah $ 63 per barrel hari Rabu karena investor mengantisipasi lonjakan (fresh jump) dalam pasokan minyak mentah dan gasolin.

Penulis asli : Paul Marriott

Harga minyak menyentuh angka terendah dalam sebulan dibawah $ 63 per barrel hari Rabu karena investor mengantisipasi lonjakan (fresh jump) dalam pasokan minyak mentah dan gasolin US yang robust.

Minyak mentah US turun 5 cents pada $ 63.04 per barrel, turun $ 62.76 untuk pertama kalinya sejak 11 Januari. Data cadangan US seharusnya keluar hari Rabu.

Penurunan ini mengikuti penurunan 3% di hari Selasa, dan terus turun dari harga Senin diatas $ 66.60, meredakan kekhawatiran akan pasokan Iran.

‘Kami mengharapkan stock menunjukkan peningkatan lain dari level sehat minggu lalu,’ menurut Andrew Harrington, analis sumber daya di ANZ Bank, Sydney. Data pemerintah US hari Rabu seharusnya menunjukkan peningkatan 300.000 barrel dalam stok minyak mentah domestik dan gasolin naik 1.9 juta barel, menurut survey Reuter.

Itu akan mewakili perolehan enam minggu berkesinambungan, inventori yang bertambah 10% lebih tinggi daripada waktu yang sama tahun lalu setelah meningkatnya pengiriman dan aktivitas pengilangan melambat pada musim badai 2005.

Analis mengatakan manajer dana yang telah memberi penambahan yang besar pada komoditas yang mengambang di pasar tampaknya mengunci dalam keuntungan mendahului data, mencerminkan kenaikannya dari komoditas saingan seperti emas, yang membukukan penurunan terbesarnya dalam sehari, dalam dollar, sejak 1993 di New York hari Selasa.

Tapi, Energy Information Agency, US, memperingatkan domestik triwulan kedua dan pertumbuhan permintaan minyak dunia akan lebih tinggi daripada perkiraan sebelumya, berpotensi mempengaruhi keputusan OPEC dalam hal penghentian output minyak selama periode tersebut.

EIA meningkatkan perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan minyak US selama periode April-Juni 180.000 barrels perhari (bpd) menjadi 20.91 juta bpd dan meningkatkan proyeksinya untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada periode ini 200.000 bpd menjadi 83.8 juta bpd.

IRAN MENGAWASI

Minyak menemukan dukungan dari keraguan yang sedang terjadi akan ekspor Iran karena krisis atas ambisi nuklirnya. Sanksi dimungkinkan jika PBB menyimpulkan Teheran menginginkan bom atom daripada pembangkitan listrik dari nuklir.

PM Inggris, Tony Blair mengatakan hari Selasa kemarin bahwa penghentian harga minyak seharusnya tidak menghentikan komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

‘Iran terus mempertimbangkan tapi ada pengertian bahwa ini situasi jangka yang lebih panjang,’ menurut ANZ’s Harrington. ‘Saya tidak melihat keputusan yang terburu-buru tentang sanksi, embargo atau penghentian pasokan.’

Di tempat lain Presiden OPEC, Edmund Daukoru mengatakan dia melihat ‘tren penurunan yang sungguh-sungguh’ dalam harga minyak, yang sedang berada di rentang yang bisa diterima baik produsen maupun konsumen, menyarankan perubahan dalam level produksi full-throttle pada pertemuan OPEC selanjutnya, yang dijadwalkan 8 Maret di Vienna.

Sementara itu, perusahaan minyak negara Ekuador, Petroecuador, mendeklarasikan force majeure, menunda ekspor minyak setelah protes yang memaksa perusahaan menghentikan pemompaan 380,000 bpd minyak melalui pipa.

Dan Saudi Arabia, eksporter terbesar dunia, mengatakan telah ‘memperhatikan’ panggilan administrasi Bush untuk menghentikan ketergantungan US terhadap minyak Timur Tengah lebih dari 75% tahun 2025, tapi pemimpin de facto OPEC sepertinya tidak menghalangi peningkatan kapasitas outputnya dari 11 menjadi 12.5 juta bpd tahun 2009.

‘Kami akan terus menjadi sumber kestabilan pasar energi dunia,’ Menteri Perminyakan Saudi Ali Al-Naimi berkata hari Selasa.

Sumber : today.reuters.com