Rusia Kamis kemarin mendapatkan tekanan untuk memastikan pasokan energi yang stabil ke Eropa saat sedang melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah pertemuan para menteri keuangan Group of Eight yang akan mengambil fokus pada keamanan energi.

Penulis asli : Alan Beattie, Leslie Crawford, Arkady Ostrovsky, Chris Giles

Rusia Kamis kemarin mendapatkan tekanan untuk memastikan pasokan energi yang stabil ke Eropa saat sedang melakukan persiapan untuk menjadi tuan rumah pertemuan para menteri keuangan Group of Eight yang akan mengambil fokus pada keamanan energi.

Dalam tulisan di Financial Times, Kazimierz Marcinkiewicz, PM Polandia, menghimbau Uni Eropa dan Nato untuk bersama-sama menahan ancaman akan pasokan energi ke wilayah ini.

‘Ambisi politik, terorisme dan bahkan kondisi iklim sekarang mengancam keamanan energi untuk sebagian besar anggota Uni Eropa,’ dalam tulisannya. Diperlukan sebuah perjanjian yang ‘berisi klausa jaminan yang jelas dan tegas berdasarkan prinsip musketeer: semua untuk satu – satu untuk semua’.

Sebagai presiden G8 untuk tahun ini, Rusia menyelenggarakan pertemuan para menteri keuangan akhir minggu ini di Moscow. Kenggotaan grup – yang awalnya ditujukan sebagai pertemuan demokrasi kaya dengan ekonomi pasar – telah meningkatkan perhatian swasta diantara para anggota G8. Perhatian ini diperburuk oleh friksi atas penghentian pasokan gas Rusia ke negara tetangganya dan Eropa barat.

Pejabat senior G7 – G8 termasuk Rusia – bertemu di London Rabu sebagai persiapan pertemuan. Pertemuan Moscow juga akan membahas masalah perdagangan dan pembangunan internasional seperti bantuan dan penyakit infeksi. Perwakilan dari China, India, Brazil dan Afrika Selatan juga akan diundang pada satu sesi.

Vladimir Putin, presiden Rusia, dihimbau untuk mengelola aset energinya secara bertanggung jawab pada kunjungan resmi ke Spanyol. Pada acara penjamuan Rabu malam, Raja Juan Carlos berkata pada Putin: ‘Kekayaan Anda yang luar biasa dalam sumber energi juga disertai tanggung jawab yang besar.’

‘Banyak dari stabilitas ekonomi dan politik benua Eropa terhenti karena cara Anda mengelola sumber ini,’ kata raja.

Putin, pada gilirannya, menghimbau Spanyol untuk mengirimkan proposal melalui Uni Eropa akan bagaimana meningkatkan keamanan energi.

Thierry Breton, PM Perancis, akan menghimbau Rusia untuk meratifikasi perjanjian resmi untuk sektor energi yang akan menghentikan monopoli Gazprom, produsen yang dikelola negara, atas pipa ekspor. Inggris dan Italia juga mendukung tujuan Perancis agar Rusia meratifikasi perjanjian yang telah ditandatangani.

Claude Mandil, direktur eksekutif International Energy Agency yang berbasis di Paris, Kamis kemarin mengatakan pada Dow Jones Newswires dalam sebuah wawancara : ‘Sesuatu seperti ini diperlukan. Kami telah berulang kali mengatakan agar konsumen Eropa harus bisa memilih pemasok gasnya.’

Gazprom tidak berkomentar akan rencana ini. Sebuah gerakan akan meningkatkan peran produsen gas independen di Rusia, yang telah berkembang dengan pesat dalam tahun-tahun terakhir ini karena produksi Gazprom mengalami stagnasi.

Para produsen gas independen, termasuk beberapa perusahaan minyak besar seperti Lukoil, tahun lalu memproduksi 90 milyar m3 gas dari total produksi 630 bcm.

Gazprom mengatakan jumlah gas non-Gazprom melalui sistem ini telah meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini. Tapi beberapa perusahaan masih mengeluh mereka telah diabaikan dalam mengakses sistem pipa Gazprom bahkan dalam wilayah Rusia.

Alexei Kudrin, menteri keuangan Rusia, mengatakan negaranya seharusnya membangun infrastruktur gas seperti pipa gas untuk digunakan oleh produsen independen. ‘Kami sedang mengusahakan ke arah ini,’ katanya.

Sumber : msnbc.msn.com