Select Page

Republik Dominika mungkin akan beralih ke Rusia untuk membantu mengatasi kekurangan energinya yang kronis.

Republik Dominika mungkin akan beralih ke Rusia untuk membantu mengatasi kekurangan energinya yang kronis.

Sebuah delegasi pemerintah dan pejabat energi Rusia bertemu Senin dengan rekannya di Santo Domingo untuk membahas penjualan gas alam ke Republik Dominika, yang menderita kekurangan bahan bakar kronis dan harga tinggi.

Tidak ada perjanjian yang dicapai, tapi kedua pihak mengatakan akan membangun ikatan finansial yang lebih erat.

‘Kami sangat optimis tentang kemungkinan nyata ekspor gas alam ke Republik Dominika,’ menurut Mikhail Orlovets, Duta Besar Rusia untuk Venezuela dan pejabat perwakilan di Republik Dominika.

Harga gasolin di bangsa Karibia dengan 8,8 juta jiwa ini naik lebih dari 25% dalam tahun 2005 dan diantara yang tertiggi di Amerika Latin. Para pejabat sedang berusaha menurunkan konsumsi harian dari perkiraan 165.000 barrel minyak tahun lalu.

Mereka juga mengharapkan impor gas alam untuk penggunaan domestik dan penjualan kembali ke US dibawah perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan kedua negara dan Amerika Tengah dan diharapkan memperoleh efeknya tahun ini.

‘Kami membuat kontrak ini untuk menjajaki sumber energi lain yang memungkinkan negara kami untuk mengandalkan bahan bakar alternatif yang lebih murah,’ Ruben Montas, executive director dari Dominican National Energy Commission, dikatakan dalam pernyataan.

Pejabat Dominika bertemu dengan pejabat energi di Qatar minggu lalu untuk membahas perjanjian gas alam dengan wilayah teluk Persia itu, menurut pemerintah.

Sumber : www.businessweek.com

Share This