Dengan banyaknya pasokan yang dilaporkan minggu lalu, harga energi terus turun sebelum badai salju akhir minggu yang mengakibatkan menumpuknya salju dengan ketebalan lebih dari 2 in di area yang luas di wilayah timur laut dan Mid-Atlantic.

Penulis asli : Sam Fletcher

Dengan banyaknya pasokan yang dilaporkan minggu lalu, harga energi terus turun sebelum badai salju akhir minggu yang mengakibatkan menumpuknya salju dengan ketebalan lebih dari 2 in di area yang luas di wilayah timur laut dan Mid-Atlantic.

Central Park di New York City mencatat rekor 26.9 in salju pada akhir minggu, memecahkan rekor tahun 1947. Hal ini bisa memicu reaksi pasar minggu ini, walaupun cuaca lebih hangat di wilayah timur laut. Badai salju diperkirakan akan terjadi di Midwest, Rocky Mountains, dan Pacific barat laut.

‘Satu perhatian yang terus memberikan dukungan akan harga minyak adalah kemungkinan Iran akan menurunkan ekspor minyaknya jika sanksi ekonomi dijatuhkan, walaupun Rusia dan China mungkin akan menentang sanksi tersebut,’ menurut Robert S. Morris di Banc of America Securities LLC, New York. DK PBB tidak akan menjatuhkan sanksi pada Iran sebelum International Atomic Energy Agency memberi laporan program nuklir Iran pada 6 Maret. Tetapi, pejabat Iran dijadwalkan bertemu dengan pemerintah Rusia untuk membahas pemrosesan uranium Iran di Rusia.

Produksi Venezuela Flat

Sementara itu, dengan produksi miyaknya dilaporkan datar atau bahkan menurun ‘sebenarnya tiap triwulan sejak 2000,’ posisi Venezuela untuk pertama kalinya ‘akan diambil alih oleh Brazil sebagai produsen minyak no. 1 di Amerika Latin’, menurut analis di Houston office of Raymond James & Associates Inc.

Venezuela, eksporter minyak terbesar kelima dunia dan anggota kunci Organization of Petroleum Exporting Countries, merupakan salah satu dari ‘beberapa negara di luar Timur Tengah yang memiliki potensi untuk mengguncang pasar,’ menurut Raymond James. ‘Dalam 5 tahun terakhir, Venezuela telah dilanda krisis terus menerus, dan memberi akibat pada pasar minyak.’

Sementara perselisihan politik melunak tahun lalu, produksi minyak Venezuela terus mengalami stagnasi, menurut analis. ‘Sementara gangguan pasokan jangka pendek dari Venezuela tidak terlihat, ketidakmampuan negara itu untuk memenuhi quota OPEC membuat pemerintahnya jeli jika harus mempertahankan harga minyak rendah untuk kelompok,’ menurut Raymond James. ‘Fakta ini, juga dengan kurangnya investasi asing di sektor enegri Venezuela, harus dilihat sebagai faktor pemicu peningkatan harga minyak global. Kami tidak melihat perubahan ini sampai suatu waktu pemerintah mengadopsi kebijakan terhadap perusahaan minyak asing.’

Harga Energi

Kontrak Maret untuk benchmark minyak mentah light, sweet US turun 78¢ menjadi $ 61.84/bbl pada 10 Februari di New York Mercantile Exchange. Kontak April turun 73¢ menjadi $ 62.86/bbl. Pada pasar spot US, West Texas Intermediate di Cushing, Okla., turun 78¢ menjadi $ 61.85/bbl. Gasolin untuk pengiriman Maret turun 5.22¢ menjadi $ 1.46/gal di NYMEX. Heating oil untuk bulan yang sama turun 2.21¢ menjadi $ 1.64/gal. Kontrak gas alam Maret jatuh ke titik terendah dalam 7-bulan ini, turun 16.3¢ menjadi $7.32/MMbtu.

Di London, kotrak Maret untuk minyak mentah Brent Laut Utara jatuh $ 1.11 menjadi $ 59.64/bbl di International Petroleum Exchange. Gas oil untuk Februari tidak berubah pada $ 526.25/ton.

Harga rata-rata untuk minyak mentah basket OPEC dari 11 benchmark turun 54¢ menjadi $ 56.63/bbl pada 10 Februari. Sejauh ini, dalam tahun ini harga basket OPEC memiliki rata-rata $ 58.26/bbl, dibandingkan dengan $ 50.64/bbl untuk keseluruhan tahun 2005.

Sumber : ogj.pennnet.com