Select Page

Harga minyak jatuh dibawah US$ 60 per barrel hari Selasa untuk pertama kalinya dalam tahun ini

Harga minyak jatuh dibawah US$ 60 per barrel hari Selasa untuk pertama kalinya dalam tahun ini karena meningkatnya persediaan minyak mentah dan petrol di US dipacu eksodus spekulator.

Minyak mentah US jenis light turun US$ 1.67 menjadi US$ 59.57 per barrel, pertama kalinya jatuh dibawah US$ 60 sejak akhir Desember, sementara London Brent turun US$ 1.10 menjadi US$ 59.52 per barrel.

Pelemahan terjadi karena inventori minyak mentah dan petrol yang robust di US mencuri sorotan dari ketegangan antara Barat dan anggota OPEC Iran atas ambisi nuklirnya.

Dealer mengatakan mereka mengharapkan laporan pemerintah dikeluarkan Rabu untuk menunjukkan banyaknya cadangan minyak mentah US naik 1.3 juta barrels dibanding minggu lalu, dengan pasokan petrol naik 1.5 juta barrels.

Total inventori minyak mentah US dan bahan bakar lain bergerak kasar 6% lebih tinggi dibanding setahun lalu, menyebabkan konsumen terbesar dunia ini berat menyangga gangguan pasokan, menurut data terakhir dari Energy Information Administration.

Meningkatnya cadangan telah membantu petrol US turun sekitar 25% dalam dua minggu terakhir.

Inventori yang semakin meningkat lebih besar daripada masalah politik yang mendorong melonjaknya harga bulan Januari, termasuk kekhawatiran akan kemungkinan gangguan pasokan dari Iran.

‘Kami sedang dalam pola menunggu. Geopolitik tampaknya telah surut,’ menurut Craig Pennington dari Schroders.

Teheran pada Selasa kemarin mengkonfirmasi telah melanjutkan kembali pengayaan uraniumnya, katanya akan memakan beberapa waktu untuk dikembangkan ke produksi skala industri.

Barat takut Iran mencoba membuat senjata nuklir dan International Atomic Energy Agency (IAEA) telah melaporkan Iran ke DK PBB, mendorong perhatian dalam pasar minyak bahwa Iran mungkin akan menghentikan pasokan minyaknya sebagai upaya balas dendam.

IAEA akan bertemu untuk membahas masalah bulan Maret.

Menambah tekanan, pasokan dari Nigeria yang terganggu pada bulan Januari oleh pemberontak, tampak lebih baik.

Sumber di Shell mengatakan lapangan minyak baru Bonga di Nigeria telah menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada yang diharapkan sebelumnya karena mulai berproduksi dalam bulan November dan telah mencapai 220.000 barrels per hari, sedikit dibawah kapasitas penuh.

Sumber : www.nzherald.co.nz

Share This