Select Page

Jika berjalan baik, dalam minggu ini Afghanistan segera akan memiliki pipa gas dalam wilayahnya.

Jika berjalan baik, dalam minggu ini Afghanistan segera akan memiliki pipa gas dalam wilayahnya.

Pertemuan ke-9 para menteri perminyakan Turkmenistan, Afghanistan, dan Pakistan dimulai Selasa di Ashkabad, ibukota Turkmenistan. Dan menurut pejabat Afghanistan, ketiga negara sudah sangat dekat dengan persetujuan.

‘Ketika saya bertemu dengan wakil presiden Turkmenistan, dan dengan [Presiden Afghanistan Hamid] Karzai, dan dengan Presiden Pervez Musharraf, semuanya mengatakan ini adalah proyek yang sangat bagus, dan akan memberi pengaruh yang baik pada ekonomi regional,’ menurut Mir Sediq, Menteri Pertambangan dan Industri Afghanistan.

Bahkan India tertarik akan proyek ini, dan pejabat India akan menghadiri pertemuan Ashkabad sebagai pengamat. ‘Manmohan Singh mengatakan, ‘Kami mempunyai populasi 1,3 milyar jiwa, dan kami tidak bisa meneruskan pertumbuhan tanpa tenaga (power),’ menurut Mr. Sediq. ‘Satu dari pipa tidak cukup. Kami memerlukan tiga atau empat.’ ‘

Sejak pertama kali diusulkan awal 1990-an, setelah jatuhnya Uni Soviet, proyek pipa Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan sepanjang 1.000-mil, atau TAP, selalu memiliki aura yang tidak realistis. Jelas sekali Pakistan mempunyai kebutuhan energi yang meningkat. Juga, Turkmenistan memiliki banyak gas alam. Dilema selalu terjadi pada Afghanistan: Maukah Anda membangun pipa melalui negara yang sedang mengalami perang sipil? Pada 1990-an, perusahaan minyak Amerika, Unocal menjawab ‘ya,’ dan mempekerjakan konsultan Afghan – seperti presiden sekarang Hamid Karzai; Dubes untuk Kabul, Zalmay Khalilzad; dan Menteri Pertambangan dan Industri Sediq – untuk membantu negosiasi dengan ketua pejuang dan milisi. Akhirnya, Unocal menangguhkan proyek tersebut, karena keteguhan Taliban, dan karena tekanan dari kelompok HAM atas usahanya mencoba berbisnis dengan mereka.

Tapi dengan jatuhnya Taliban di akhir 2001, dan dukungan dari tenaga asing untuk menjaga kedamaian, Afghanistan tiba-tiba berubah menjadi pilihan investasi yang ‘aman’, paling tidak dari sudut pandang industri minyak. Itulah penilaian Asian Development Bank, yang baru-baru ini melakukan studi yang memberikan dukungan pada TAP. Kemanan merupakan masalah, menurut laporan ADB, tapi masalah yang bisa diselesaikan dengan beberapa ukuran protektif.

Lalu ada Pakistan: Akankah dia bisa mengkonsumsi gas Turkmenistan agar proyek viable? Saat TAP pertama kali diusulkan, ekonomi Pakistan meningkat 4.5% per tahun. Hari ini, laju pertumbuhannya diperkirakan 8.5%. Pejabat energi Pakistan memperkirakan Pakistan akan kehabisan pasokan gas domestik tahun 2010.

Biaya akhir proyek diperkirakan $ 3.7 milyar, naik dari $ 2.5milyar, perkiraakn harga tahun 1990-an. Unocal sekarang tidak muncul lagi, digantikan oleh perusahaan energi Argentina, Bridas.

Untuk Afghanistan, proyek ini bisa jadi merupakan penyambut sumber pekerjaan dan pendapatan. Setelah 3-tahun periode konstruksi, pendapatan tahunan untuk pemerintah Afghanistan mencapai sekitar $ 350 juta hingga $ 450 juta.

Ini kurang dari $ 2.2 milyar dari ekonomi opium gelap Afghanistan, tapi ada harapan untuk dibersihkan.

Sumber : abcnews.go.com

Share This