Rosneft berencana membangun lapangan migas Vankor senilai $ 3 milyar di timur Siberia tanpa Total SA.

Rosneft berencana membangun lapangan migas Vankor senilai $ 3 milyar di timur Siberia tanpa Total SA, kemunduran kedua dalam kurang dari setahun untuk perusahaan Perancis dalam usahanya untuk mengakses pasokan energi Rusia.

Rosneft, perusahaan milik negara Rusia, akan membangun situs, diantara 10 deposit terbesar di wilayah Rusia, dalam tahun 2009, perusahaan mengatakand alam laporan yang didistribusikan Selasa di London. Patricia Marie, juru bicara Total di kantor pusat, Paris, menolak untuk berkomentar.

Total hampir 4 tahun berencana berpartisipasi dalam lapangan Vankor, yang mengandung minyak mentah yang cukup untuk memasok Jepang selam 3 tahun. BP Plc dan Royal Dutch Shell Plc juga mencari cara untuk meingkatkan outputnya dari Russian ventures seperti lapangan Laut Utara dan US.

Total tahun lalu gagal untuk membeli saham pemasok gas Rusia, Novatek, memaksanya untuk menurunkan prakiraan output untuk 2010. Total ‘berharap dapat bekerja sama dengan Rosneft,’

menurut Valery Nesterov, analis migas dari Troika Dialog yang berbasis di Moscow. “Untuk Total, ini adalah berita besar.’

Total telah mengatakan penjualannya naik 18% dibandingkan rekor 39.9 milyar euro.

Perjanjian yang batal dengan Novatek ini, menyebabkannya harus membayar sebanyak $ 1 milyar untuk 25% saham. Total Agustus lalu mengatakan kehilangan perjanjian mengandung arti mungkin akan mengalami penurunan target untuk 4% peertumbuhan produksi tahunan selama 2010.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah meningkatkan pengendalian pemerintah atas industri dan cadangan sumber alam yang merupakan prospek terbaik untuk perusahaan domestik. Keuntungan Rosneft selama 9-bulan naik $ 3.7 milyar setelah pemerintah menggabungkan perusahaan dengan bisnis utama Yukos Oil Co.

Rusia adalah produsen minyak nomor 2 dunia. Total pada Mei 2002 mengumumkan perjanjian untuk bergabung dalam pembangunan Vankor, dengan membayar sebanyak $ 20 juta untuk pengendalian saham dalam lisensi.

Lapangan ini diharapkan mengekstrak sebanyak 19 juta ton minyak pertahun (381,000 bpd), menurut laporan. Rosneft minggu lalu membayar sekitar $ 187 juta atas permit untuk mengeksplorasi 3 lapangan lagi yang dekat dengan deposit Vankor untuk mengekspansi proyek.

Lapangan grup Vankor, akan membantu memasok pipa senilai $ 11.5 milyar, yang akan dibangun ke pantai Pasifik untuk mengekspor minyak ke Asia dan US. Negara ini membangun pipa sepanjang 4.100 km (2.550 mil) sepanjang Siberia timur untuk meningkatkan eksplorasi lokal dan ekspor ke negara-negara Asia-Pasifik.

Rusia akan menigkatkan ekspor minyak mentah sebanyak 28% tahun 2015 dari level 2005, menjadi 310 juta ton, menurut laporan Rosneft Selas lalu.

Ekspor minyak Rusia dari Timur Jauh aklan meningkat 8-fold menjadi 80 juta ton per tahun pada 2015, naik dari 10 juta ton tahun lalu, katanya. Rosneft mengharapkan mengekspansi pasarnya di Rusia dan mengirim 25% minyak, naik dari 16% tahun lalu.

Rosneft mengatakan ekspor minyaknya tahun 2015 akan naik menjadi 26%, dari 17% tahun lalu. Perusahaan berencana mengelspansi kapasitas muat pelabuhan minyaknya 50% menjadi 30 juta ton per tahun untuk 2010.

Rosneft mengharapkan ekspor negaranya naik 11% menjadi 104 juta ton untuk 2015, naik dari 94 juta ton tahun lalu, menurut laporan.

TNK-BP venture milik BP di Rusia, dimana perusahaan yang berbasis di London ini memegang 50% saham, merupakan produsen minyak terbesar kedua di negara, setelah Lukoil.

Shell sedang membangun proyek migas pulau Sakhalin di timur jauh Rusia.

Rosneft, yang merencanakan penjualan initial public share terbesar di dunia, berencana untuk menggandakan ekspor minyaknya ke China tahun ini karena produksi meningkat di Siberia.

Perusahaan ini berencana mengapalkan sekitar 9 juta ton minyak mentah (180.000 bpd) ke China tahun ini, menurut CEO Sergei Bogdanchikov. Rosneft akan mengelola level ini hingga 2010.

Sumber : www.gulf-times.com