Perusahaan monopoli pipa minyak Rusia, Transneft dan penjaga sumber alam, Rosprirodnadzor bersama-sama menentukan tempat alternatif untuk terminal ekspor minyak sebagai bagian dari proyek Siberia Timur-Samudera Pasifik.

Penulis asli : Eric Watkins

Perusahaan monopoli pipa minyak Rusia, Transneft dan penjaga sumber alam, Rosprirodnadzor bersama-sama menentukan tempat alternatif untuk terminal ekspor minyak sebagai bagian dari proyek Siberia Timur-Samudera Pasifik.

Presiden Transneft, Semyon Vainshtok mengatakan Teluk Kozmino, dekat Nakhodka, sekarang sedang dipertimbangkan sebagai pengganti Teluk Perevoznaya.

‘Menurut informasi Menteri Suber Daya Alam, beberapa gambaran telah diterima sebagai situasi ekologis negatif di area Teluk Perevoznaya,’ kata Vainshtok. ‘Jika ini dikonfirmasi, kami siap untuk menentukan titik akhir pipa ini.’

Kelompok kerja Transneft-Rosprirodnadzor telah menyelenggarakan penelitian skala penuh tambahan untuk tempat terminal yang diusulkan di pantai Laut Jepang, dan keputusan akhir akan dicapai ketika pekerjaan ini selesai, kata Vainshtok.

Sementara itu, proyek Transneft untuk membangun sistem perpipaan Siberia Timur-Samudera Pasifik dekat Danau Baikal dipelajari dengan hati-hati oleh komisi perlindungan lingkungan dan keamanan ekologi dari Public Chamber Rusia.

‘Kami akan meminta informasi atas masalah ini dari Rostekhnadzor dan akan mengembalikan topik ini terus,’ kata Chairman Vladimir Zakharov di pertemuan pertama komisi pada 13 Februari.

Dia menyatakan bahwa proyek pipa Transneft memang penting, tapi belum menerima penelitian ekologi yang cukup cermat.

Anggota komisi lain, Direktur World of Wildlife Rusia, Igor Chestin, mengatakan Transneft hanya diberi satu pilihan untuk membangun pipa. Hukum meminta paling tidak dua pilihan.

Anggota Chamber khawatir pipa ini tidak akan mampu menahan kemungkinan gempa di area danau.

Lagipula, kata Chestin, jaringan pipa Transneft mengalami 600 torehan ilegal dan pencurian minyak pertahun, yang menyebabkan tumpahan minyak.

Menurut UNESCO, Danau Baikal seluas 3,15-juta-ha merupakan danau tertua (25 juta tahun) dan terdalam (1.700 m) di dunia. Dan berisi 20% dari air tawar tak beku dunia.

Dikenal sebagai ‘Galapagos Rusia,’ umur danau dan isolasinya telah menghasilkan salah satu fauna air tawar paling tak umum dan terkaya di dunia, yang merupakan nilai eksepsional bagi ilmu evolusi.

Sumber : ogj.pennnet.com